11 Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Tiap Tahun Masyarakat Citepok Memperbaikinya Secara Swadaya 

oleh
oleh

RADARSUMEDANG.ID – Selama 11 tahun jalan milik Pemkab Sumedang ruas jalan Legok-Sukatali yang tersambung dari Kecamatan Paseh menuju Kecamatan Situraja belum pernah diperbaiki pihak terkait. Jalan tersebut melintasi Desa Citepok di Kecamatan Paseh dan Desa Sukatali di Kecamatan Situraja.

 

Total ruas panjang jalan di dua desa dimaksud sepanjang 1,7 kilometer. Sementara yang tergolong rusak parah sekitar 1,5 kilometer. Lantaran tak kunjung diperbaiki Pemkab Sumedang, warga masyarakat Desa Citepok setiap tahun rutin menggelar kerja bakti memperbaikinya dengan cara swadaya.

 

Kepala Desa Citepok, Abdul Majid menyebutkan, sudah berapa kali ganti bupati sepanjang 11 tahun berjalan, hanya memberi janji perbaiki jalan. Begitu pula dengan tim survei dari pihak terkait hanya melakukan beberapa kali survei, namun tidak ada realisasi selanjutnya untuk memperbaiki jalan tersebut.

 

“Sehingga setiap tahun masyarakat kami memperbaikinya dengan cara swadaya dan dibantu donatur, karena rasa peduli kami. Masyarakat udunan tiap tahun setiap kali akan kerja bakti. Itu sudah berlangsung selama 11 tahun,” jelas Kades pada Minggu (07/07).

 

Kerja bakti kali ini berlangsung selama satu hari, yaitu pada Minggu (07/07). Lebih dari 100 masyarakat Desa Citepok bahu membahu memperbaiki kondisi jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan.

 

“Alhamdulillah, sampai saat ini warga masyarakat kami masih mau memperbaikinya dengan sabar secara swadaya. Kami juga berterimakasih kepada anggota DPRD Sumedang, pak Agung Gundara dan dewan terpilih buk Bunda Bilqis yang sudah membantu masing-masing pasir satu truk,” ungkapnya.

 

Pihak pemerintah desa setempat dan warga masyarakat disana tetap berharap kepada Pemkab Sumedang, agar segera melakukan perbaikan jalan itu. Apalagi jalan lintas kecamatan itu kerap digunakan para pengguna jalan baik motor maupun mobil yang menuju Situraja, Cisitu, Darmaraja dan sekitarnya.

 

Ironis lagi, akses tersebut semakin banyak digunakan kendaraan lantaran menjadi petunjuk dalam google map. “Banyak kendaraan nyasar lewat sini karena tercantum dalam google map. Karena belum tau medan, sudah ada tiga mobil kecelakaan tunggal. Belum lagi motor juga banyak yang celaka,” timpal Aipda Jajat Sujatmika, Bhabinkamtibmas Desa Citepok.

 

Sejumlah kendaraan yang mengalami kecelakaan tunggal akibat tergelincir dan terperosok di lintasan rusak parah. Para pengendara semula mengira akan melintasi jalan bagus atas petunjuk google map. Ternyata nyasar ke jalan rusak.

 

“Kami warga masyarakat Citepok ingin nyaman punya jalan, maka kami inisiatif memperbaiki dengan swadaya. Kami berharap segera diperbaiki kabupaten supaya jalannya jadi bagus,” harapan sejumlah warga setempat. (tri)

No More Posts Available.

No more pages to load.