Hanya Dony Ahmad Munir yang Berani Penuhi Undangan BEM dan IKA FISIP Unpad

oleh
Diskusi publik BEM FISIP UNPAD di Bale FISIP UNPAD Jatinangor yang hanya dihadiri oleh Dony Ahmad Munir.

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Jatinangor mengundang para bakal calon Bupati Sumedang periode 2024-2029 untuk hadir langsung di depan mahasiswa mengenai gagasan yang akan dibawa pada pilkada serentak 2024.

Mereka berkolaborasi dengan ikatan alumni (IKA) FISIP UNPAD untuk hadir langsung memberikan saran dan masukan terbaik demi masa depan Sumedang dan Jatinangor.

Alih-alih seperti program Desak Anies yang diinisiasi oleh Anies Baswedan kala itu saat tahapan pemilu presiden 2024. Para mahasiswa bergantian menguliti persoalan-persoalan yang dihadapi Sumedang 5 tahun ke belakang juga saling lempar gagasan mengenai masa depan Sumedang 5 tahun ke depan.

Ketua BEM FISIP UNPAD Samuel Joseph Jeremia mengatakan, pihaknya sudah mengundang semua bakal calon Bupati yang saat ini bermunculan. Hanya Dony Ahmad Munir yang berkenan untuk hadir menemui mahasiswa.

Kata Joseph, dari semua bakal calon yang diundang oleh mahasiswa, tampaknya hanya pak Dony saja yang berkenan hadir sehingga untuk kedepannya diharapkan semua calon bisa adu gagasan diskusi publik bersama kami mahasiswa. 

“Setelah melihat pemaparan dari Pak Dony, saya pikir sudah menyasar dengan tepat mengenai kisi-kisi di Jatinangor ataupun lingkup Sumedang, dan rekomendasi kebijakan apa untuk Sumedang lima tahun ke depan,” kata Joseph usai diskusi publik BEM FISIP UNPAD X IKA FISIP UNPAD di Bale FISIP UNPAD Jatinangor, Selasa (9/7/2024).

Adapun kata Joseph, selama 5 tahun ke belakang dengan penghargaan yang diterima oleh sosok Dony Ahmad Munir dinilai memuaskan.

“Akan tetapi kami melihat masih ada beberapa sektor yang masih banyak kekurangan, bahkan belum optimal seperti penanganan kemiskinan dan penataan kawasan Jatinangor,” ujarnya.

Senada, salah seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD, Ihsan Nabilah memberikan tantangan kepada Dony untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kawasan perkotaan Jatinangor.

“Kami sebagai mahasiswa UNPAD yang kuliah di Jatinangor sangat menantikan ke depan ada pemimpin Sumedang yang memperhatikan kawasan perkotaan Jatinangor supaya dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas capaian di era kepemimpinannya dengan Wakil Bupati Erwan Setiawan yang banyak mendapatkan apresiasi terutama berkaitan dengan digitalisasi (e-government) hingga menjadi sorotan tingkat nasional.

“Akan tetapi perlu disadari bahwa tantangan atau PR yang belum selesai harus diselesaikan oleh bupati selanjutnya. PR-nya sendiri yaitu mengenai kesejahteraan, kemiskinan, pendidikan dan kesehatan harus segera diselesaikan,” ucapnya seraya menambahkan mahasiswa harus melihat track record dan ide gagasan yang akan dibawa ke depan pada pilkada 2024.

Mendengar lemparan saran dan kritik yang bertubi-tubi dari para mahasiswa dan alumni, Dony Ahmad Munir menjawab dengan santai dan memahami bagaimana kekritisan mahasiswa FISIP UNPAD.

Ia banyak menemukan ide gagasan saran yang segar untuk kemajuan Sumedang kedepannya sehingga dapat menjadi referensi untuk mengambil kebijakan. 

“Selain para mahasiswa menguliti gagasan saya untuk membangun Sumedang 5 tahun ke depan, banyak juga masukan dan gagasan yang segar dan kekinian dari para mahasiswa dalam membangun Sumedang yang kita cintai,” terang Dony.

Dony menyampaikan bagaimana saat ia menjabat, learning by the pass atau menilai sesuatu sebelum dan sesudah.

Pasalnya ketika pertama dilantik tanggal 20 September 2018 dengan posisi Sumedang kapasitas birokrasi cukup rendah, SAKIP-nya rangking 27 dari 27/kabupaten kota, kemudian e-government rendah juga (SPBE), indikator makro rendah, IPM di angka 70 poin, kemiskinan di angka 10, pengangguran di angka 7, indeks gini 0,4 sekian, dan jalan yang bagus baru 65 persen. 

“Seorang pemimpin harus punya mindset paham akan masalah, sehingga pemimpin hadir dalam program kebijakan untuk mengatasi masalah. Kita riset ada masalah perizinan bertele-tele, pengangguran, jalan rusak sehingga yang kami lakukan review data sebelumnya,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.