Program Konversi Kendaraan Listrik Dimulai, Sumedang Terima 9 Unit 

oleh
Sembilan unit kendaraan hasil konversi ke energi listrik diserahkan BKAD Kabupaten Sumedang ketiga SKPD yakni, Setda, Disnakertrans serta Disdukcapil di Halaman kantor BKAD Kabupaten Sumedang, Jumat (12/7/2024).

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mencoba memulai alih konversi kendaraan bermotor yang semula memakai bahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Aset melalui Kasubid  Perencanaan, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Aset, Nenden Kusdini mengatakan, ada 9 unit kendaraan roda dua milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang yang semula memakai BBM, kini beralih ke tenaga listrik.

Kata Nenden, 9 unit kendaraan tersebut telah diserahkan ke 3 SKPD yakni, Setda, Disnakertrans serta Disdukcapil. Yang mana program ini merupakan penyerahan hasil konversi program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi.

“Ada sembilan unit, untuk kebutuhan di Setda enam unit, Disnakertrans 2 unit dan 1 unit Disdukcapil. Tapi 1 unit lagi tidak konversi, karena kurangnya anggaran dari Kementerian. Insya Allah nanti selanjutnya ada rencana untuk 60 unit lagi dari program konversi kendaraan dari BBM menjadi tenaga listrik,” kata Nenden kepada sejumlah awak media, Jumat (12/7/2024).

Nenden menerangkan, sejauh ini konversi dari BBM ke energi listrik dipastikan masih belum merata karena terbentur dengan keterbatasan anggaran.

“Tapi ini hanya mungkin sampel atau percontohan. Dengan adanya program ini mudah-mudahan semua yang ada di Sumedang akan diprogramkan ke tenaga listrik,” ujarnya.

Nenden menambahkan, untuk pembaruan nomor rangka, nomor polisi, nomor mesin dipastikan sudah dibuatkan surat pengantar dari Kementerian Perhubungan, yang nantinya akan dijadikan rekomendasi ke kantor Samsat Sumedang.
“Kemudian dari sisi pencatatan aset daerah masih dalam proses sekaligus perubahan nilai perolehan. Jadi untuk program ramah lingkungan ini kedepannya akan terus bertambah kuotanya dari Kementerian ESDM untuk Kabupaten Sumedang dengan harapan mudah-mudahan polusi di pusat pusat kota minimalnya akan berkurang,” jelas Nenden. (jim)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.