Keren! Program Dashat di Tanjungmedar Raih Penghargaan Nasional dari BKKBN

oleh
PKK Kecamatan Tanjungmedar saat menerima sertifikat Juara Harapan II Kategori Kader Dashat pada Kompetisi Dashat Tingkat Nasional Tahun 2024 yang digelar oleh BKKBN.

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGMEDAR – Penanganan stunting di Kecamatan Tanjungmedar diganjar penghargaan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Penghargaan itu diterima karena adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dinamakan ‘Dashat’ (Dapur Sehat Atasi Stunting).

Kegiatan Dashat pun menorehkan prestasi atas Kreasi Menu Bergizi Kampung Keluarga Berkualitas Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar meraih penghargaan nasional Juara Harapan II Tingkat Nasional.

Diketahui penghargaan tersebut diraih oleh Desi Wulan Sari yang menjadi Juara Harapan II Kategori Kader Dashat pada Kompetisi Dashat Tingkat Nasional Tahun 2024.

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli mengatakan, dirinya sudah mengetahui bahwa Dahsat merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui balita stunting, terutama dari keluarga kurang mampu dengan melalui pemanfaatan sumber daya lokal termasuk bahan pangan lokal.

“Inovasi yang bagus menambah asupan bagi yang stunting yang diperoleh dari gotong royong sukarela warganya. Bentuknya seperti infaq sodaqoh yang dikumpulkan oleh masyarakat. Sampai bentuknya menjadi makanan olahan yang diolah di Dashat,” kata Yudia saat Roadshow Pembinaan Sakip di Kecamatan Tanjungmedar di depan para Kepala Desa dan Kepala UPTD beserta Forkopimcam Tanjungmedar di Aula Rapat Kecamatan Tanjungmedar, Senin (15/7/2024)

Yudia menyebutkan, hal terpenting dalam stunting ini jangan ada lagi yang lahir baru dan stunting.

“Ibu hamilnya diberikan asupan gizi yang baik. Sembilan desa di Tanjungmedar ini bahu membahu dalam menghadapi stunting dan dalam urusan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Camat Tanjungmedar Idi Suhandi menyebutkan,  program Dashat ini dilaksanakan oleh para kader PKK yang mengolah makanan dari program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang sumbernya para pengusaha dan ASN dikumpulkan untuk mengumpulkan telur.

“Telur tidak dikasihkan mentahnya kepada anak stunting. Akan tetapi diolah dengan tambahan protein sayuran oleh para kader PKK, melalui Dashat. Kemudian diberikan kepada bayi stunting dan ibu hamil,” terang Idi.

IDI menambahkan, telur yang diolah dengan berbagai sayuran hasil dari tanaman masyarakat melalui program teras hejo.

“Alhamdulilah sekarang ibu-ibu disini setelah diberikan edukasi oleh kader PKK dalam membuat olahan telur yang dicampur sayuran,” jelas Idi. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.