Erwan Setiawan Hadiri Hajat Bubur Asuro di Rancakalong, Tegaskan Pentingnya SPBS

oleh
Erwan Setiawan saat berbaur dengan warga mengaduk bubur asuro

RADARSUMEDANG.ID, RANCAKALONG – Masyarakat di Kecamatan Rancakalong setiap tanggal 10 Muharram kerap menggelar tradisi Hajat Bubur Asuro dimana masyarakat berkumpul disuatu tempat dan membuat bubur secara bersama-sama.

Salah satunya hajat bubur asuro digelar di  Dusun/Desa Rancakalong RT 01/08 dan di Dusun Cijere Desa Nagarawangi.

Sambil diiringi kesenian tarawangsa, pengolahan bubur suro tampak khidmat dan meriah, puluhan warga tampak sibuk mengaduk-aduk olahan bubur diatas katel besar diatas tungku yang dibakar.

Salah satu sesepuh Desa Rancakalong, Pupung mengatakan, hajat bubur asuro  merupakan salah satu tradisi yang terpelihara sampai saat ini, dilaksanakan tiap satu tahun sekali oleh warga.

Ia menjelaskan, bubur suro yang dibuat dengan bahan-bahan yang bisa dimakan mulai dari beras, kacang-kacangan dan lainnya, tentunya memakai doa yaitu doa asyuro.

“Dengan bahan yang harus ada seribu rupa, dikarenakan bahan tidak ada seribu rupa ya diganti dengan dicampur pisang sewu,” ujarnya.

Menurutnya, maksud dan tujuan diadakan kegiatan tersebut salah satunya merupakan bentuk syukur kepada allah atas nikmat yang diberikan kepada masyarakat, selain itu upaya meningkatkan kearifan lokal dan menjaga budaya adat yang ada di Rancakalong agar tetap terpelihara dengan baik.

“Sesudah bubur matang langsung dibagikan ke masyarakat untuk dimakan,” ucapnya.

Kegiatan hajat bubur Asyura yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Rancakalong mendapat kehormatan dengan hadirnya Wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023, H. Erwan Setiawan

Pada kesempatan ini, H. Erwan Setiawan mengucapkan salam silaturahmi kepada masyarakat Rancakalong yang terus mempertahankan tradisi positif ini.

Erwan Setiawan menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan wujud syukur kepada Allah atas kesehatan dan rezeki yang diberikan hingga hari ini, sehingga masyarakat dapat melaksanakan silaturahmi dengan penuh kegembiraan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada panitia dan masyarakat yang telah melaksanakan tradisi ini dengan baik. Ke depan, hajat bubur asyura ini diharapkan bisa lebih meriah, sekaligus mempertahankan tradisi Sunda yang kaya akan nilai budaya,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Erwan juga menekankan pentingnya realisasi Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS).

“SPBS harus benar-benar dilaksanakan dengan baik. Bahkan SPBS sudah disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), sehingga pelaksanaannya harus betul-betul direalisasikan oleh pemerintah. Jangan sampai tradisi warisan leluhur yang ada di Sumedang punah,” tegasnya.

Kegiatan hajat bubur Asyura ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Sumedang, khususnya Rancakalong, tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan oleh leluhur. Tradisi ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, sekaligus menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.