RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Tiga peristiwa kebakaran lahan terjadi dalam sehari di wilayah binaan Koramil 1004 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Rentetan kebakaran yang terjadi pada Sabtu (5/9) tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Berkat respons cepat petugas gabungan bersama masyarakat, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan bencana yang lebih besar.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.06 WIB di Dusun Cinangka, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Api membakar rumpun bambu di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi.
Petugas Unit Damkar Tanjungsari bersama Babinsa Koramil 1004 Tanjungsari, Bhabinkamtibmas, jajaran Polsek Pamulihan, serta warga setempat langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.00 WIB.
Belum lama berselang, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan pertigaan Simpang Pamulihan. Kali ini, lahan bekas proyek Tol Cisumdawu seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang dipenuhi alang-alang kering terbakar.
Kobaran api menghasilkan kepulan asap tebal yang sempat mengganggu jarak pandang dan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kebakaran ketiga sekaligus yang paling mengkhawatirkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Pasir Buluh, Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari. Rumpun bambu dan alang-alang terbakar di lokasi yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan pinus milik KPH Perhutani Manglayang Timur.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra cepat agar kobaran api tidak merembet ke kawasan hutan.
Operasi pemadaman dipimpin Sersan Dody bersama anggota Babinsa Sukasari, kepala desa, masyarakat, serta anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Perhutani. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WIB.
Danramil 1004 Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terlebih saat kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Jangan membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Jangan pula membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.
Menurut Agus, kebiasaan tersebut berpotensi menjadi pemicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.
Dia juga menyoroti keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah Tanjungsari. Wilayah kerja yang mencakup enam kecamatan saat ini hanya ditopang satu unit armada Damkar dengan kondisi sarana yang masih terbatas. Bahkan, sejumlah selang pemadam dilaporkan mengalami kerusakan.
Meski demikian, koordinasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat penanganan setiap kejadian. Koramil 1004 Tanjungsari mengapresiasi peran personel Damkar, TNI, Polri, unsur pemerintah, serta masyarakat yang bergerak cepat ketika menerima informasi kebakaran.
Koordinasi tersebut salah satunya dilakukan melalui grup WhatsApp Siaga Darurat Patas. Dengan komunikasi yang cepat, petugas dapat segera menuju lokasi dan melakukan penanganan sebelum api semakin meluas.
“Kerja sama dan respons cepat semua pihak sangat membantu. Kami berharap masyarakat juga semakin sadar dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” pungkas Agus. (tha)





