RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebanyak 200 pekerja rentan di Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pemberian perlindungan tersebut menjadi bagian dari Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang digelar Pemerintah Desa Jatimukti, di Aula Desa Jatimukti sejak pukul 09.00 Senin (31/8).
Kegiatan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Muludan. Gebyar tersebut mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan.”
Kepala Desa Jatimukti Roni mengatakan, pihaknya bersyukur kegiatan keagamaan tersebut dapat dirangkaikan dengan program perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur bisa menggelar acara Muludan pada hari ini. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami karena dihadiri Asda Kabupaten Sumedang dan Camat Jatinangor,” kata Roni.
Menurutnya, kehadiran program BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat Desa Jatimukti. Perlindungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga.
“Dengan adanya Gebyar BPJS Ketenagakerjaan, kegiatan ini menjadi lebih lengkap dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ke depan masyarakat Jatimukti semakin sejahtera, rasa gotong royong dan solidaritas juga semakin meningkat. Semoga semuanya berkah dan barokah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang Rony Setiawan mengatakan, Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan ketika bekerja.
“Ini salah satu upaya pemerintah untuk terus menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. Desa Jatimukti menjadi salah satu piloting project bagi kami dalam menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Rony.
Rony mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Jatinangor dan Pemerintah Desa Jatimukti yang telah memberikan perlindungan kepada 200 pekerja rentan. Menurutnya, kepesertaan tersebut menjadi bentuk penguatan perlindungan bagi pekerja sektor informal maupun kelompok masyarakat rentan.
Ia menjelaskan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu keluarga pekerja ketika menghadapi berbagai risiko kerja, termasuk risiko meninggal dunia.
“Kalau terjadi risiko, termasuk meninggal dunia, ahli waris bisa mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Santunan tersebut tentunya dapat membantu keluarga untuk melanjutkan kehidupannya,” ujarnya.
Menurut Rony, perlindungan sosial ketenagakerjaan juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko sosial dan ekonomi.
Selain santunan, ahli waris pekerja yang mengalami risiko juga dapat diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan melalui program yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang.
Rony mengungkapkan, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang saat ini masih berada pada kisaran 37 hingga 39 persen dari total angkatan kerja.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial, khususnya BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Untuk memperluas cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kolaborasi. Salah satunya dengan mendorong keberadaan agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan di setiap desa.
Agen tersebut diharapkan menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan informasi, membantu proses pendaftaran peserta, hingga memudahkan masyarakat melakukan pembayaran iuran.
“Harapannya, masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan informasi, melakukan pendaftaran kepesertaan maupun pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Rony.
Sementara itu, Asda Pemkesra Setda Kabupaten Sumedang Dr. Dian Sukmara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus Gebyar Jaminan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Dian menegaskan, Pemkab Sumedang terus mempercepat perluasan perlindungan sosial agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh jaminan.
“Pesan Pak Bupati adalah bagaimana kita bisa secepatnya mencapai kategori universal coverage. Ketika cakupan perlindungan sosial semakin luas, masyarakat yang membutuhkan jaminan akan lebih mudah mendapatkan perlindungan,” katanya.
Dian mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Jatimukti yang telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 200 pekerja rentan. Ia berharap program tersebut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumedang.
“Ini sungguh luar biasa dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Apalagi dengan dukungan Pak Camat yang terus memotivasi dan memantau, sehingga target Kabupaten Sumedang dalam memperluas perlindungan sosial dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling peduli dan memastikan tidak ada warga yang luput dari program perlindungan sosial pemerintah.
“Setiap warga harus saling memperhatikan dan saling menjaga. Jangan sampai ada warga yang belum terlindungi, sementara fasilitas dan program pemerintah sudah tersedia,” kata Dian.
Menurutnya, masyarakat juga perlu lebih proaktif memahami berbagai program bantuan dan perlindungan sosial yang dapat diakses. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk memperluas penyebaran informasi mengenai program perlindungan sosial.
“Dengan pemanfaatan teknologi, ke depan gerakan perlindungan sosial ini diharapkan semakin masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (tha)





