Sentig Kiri Rusak, Ratusan Hektar Sawah Kesulitan Air 

oleh
Iluatrasi: Seorang petani tengah menabur pupuk di sawah (Foto: jawa pos)

RADARSUMEDANG.id, CISARUA – Ratusan hektar lahan pertanian tiga desa di Kecamatan Cisarua terancam. Pasalnya saluran irigasi sentig kiri rusak akibat longsor. Kerusakan sentig kiri ini mengakibatkan terganggunya pasokan air di tiga desa, yaitu Desa Cisalak, Desa Bantarmara dan Desa Kebon Kalapa. 

Kepala Desa Bantarmara, Mari Marlianti Hegar, menyampaikan bahwa dari luas lahan 289 Hektar, kerusakan lahan pertanian akibat terhentinya pasokan air mencapai sekitar 120 hektar. Kini petani Khawatir dengan pesawahan mereka yang selama ini bergantung pada sistem irigasi. 

“Dari ketiga desa tersebut, wilayah yang paling terdampak adalah desa paling ujung yaitu desa Bantarmara. Untuk dua desa lainnya masih bisa terairi. Biasanya panen tiga kali, sekarang cuma satu kali itu juga hanya mengandalkan dari curah hujan,” ujarnya. 

Ia pun mengharapkan, kerusakan saluran irigasi ini menjadi prioritas Pemerintah Daerah untuk segera diperbaiki guna mengurangi dampak negatif terhadap produksi pertanian dan mata pencaharian para petani setempat. 

“Harapannya pemerintah daerah segera memperbaiki saluran irigasi ini untuk membantu warga desa Bantarmara,” tuturnya. 

Mantri Sentig, Dadang Sanusi selaku pengelola wilayah mengatakan, dari 2010 saluran irigasi sentig kiri tidak bisa mengairi ke Desa Bantarmara lantaran kondisi tanahnya memang labil sehingga rawan longsor. 

Dalam situasi darurat ini, kata Dadang, langkah-langkah sementara dilakukan pihak setempat dengan memakai pipa sepanjang 120 meter untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian di desa Bantarmara tetap berjalan meskipun dalam kondisi terbatas. 

“Kami harapkan ada bantuan dari Pemerintah Daerah untuk menahan tanah longsoran berupa bronjong sekitar irigasi sehingga pasokan air untuk sektor pertanian di tiga desa dapat pulih kembali dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat setempat,”ujarnya. 

Sementara itu Sekdis PUTR Sumedang, Budiyana Santosa menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi di irigasi sentig kiri ini merupakan kewenangan Pemprov Ia mengatakan, bahwa saat ini kerusakan akibat longsoran di area irigasi tersebut sudah dilaporkan ke provinsi tinggal menunggu tindak lanjut penanganan.

“Irigasi di Sentig Kiri ini merupakan kewenangan Provinsi, saat ini sudah kami laporkan tinggal menunggu respon provinsi apakah masuk prioritas atau tidak,” ujarnya. (gun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.