RADARSUMEDANG.ID, TOMO – Aksi perkelahian pelajar di Kabupaten Sumedang kembali terjadi dan viral di media sosial. Ironisnya perkelahian kali ini dilakukan antar siswa yang masih satu kelas di SMP Negeri 1 Tomo.
Dalam video berdurasi 34 detik tersebut terlihat puluhan anak-anak dengan menggunakan pakaian bebas tengah menyaksikan perkelahian yang dilakukan oleh empat pelajar.
Di dalam video hanya empat orang pelajar tersebut saling adu jotos, yakni dua lawan dua. Terlihat perkelahian dilakukan di kawasan hutan yang diduga jauh dari pemukiman warga.
Kapolsek Tomo AKP Baban Kuspandi membenarkan adanya aksi perkelahian antar pelajar tersebut. Ia menyebutkan perkelahian terjadi pada Kamis (15/8) kemarin di Dusun Cikalong, Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.
“Iya betul itu kejadiannya di wilayah Tomo yaitu di RPH petak 78 di Desa Tomo, Kecamatan Tomo. Kejadiannya itu kemarin sekitar jam 17.00 WIB lah,” ujar Baban di Mapolsek Tomo.
Menurut Baban, usai viral pihak kepolisian dari Polsek Tomo bersama dengan jajaran Satreskrim Polres Sumedang pun langsung bergerak dan melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami taunya itu setelah viral pada waktu itu jam 19.30 WIB, terus kita langsung kroscek ke lapangan ternyata itu betul,” katanya.
Dari hasil penyelidikan polisi, sebanyak 32 orang pelajar SMPN 1 Tomo itu terlibat, sementara yang berkelahi hanya terdapat 4 pelajar. Mereka diketahui masih satu kelas.
“Yang terlibat ada 40 orang tapi yang melaksanakan perkelahian itu hanya 4 orang itu masih dalam satu kelas semuanya,” imbuhnya.
Setelah perkelahian tersebut pihaknya langsung mengamankan pelaku yang terlibat. Dari hasil pemeriksaan, perkelahian dengan tangan kosong tersebut dipicu saling ejek di aplikasi perpesanan WhatsApp.
“Dari hasil pemeriksaan penyebab terjadinya perkelahian yang dilakukan oleh pelajar tersebut berawal dari saling ejek dan tantangan berkelahi,” ujar Baban, didampingi Kasat Reskrim Iptu Uyun Saepul.
Merasa tertantang, pelajar lainnya pun langsung menentukan lokasi dan sepakat perkelahian dilakukan di Dusun Cikalong, Desa Tomo, Kecamatan Tomo.
“Penyebabnya itu dari WhatsApp mungkin karena anak-anak milenial mungkin egonya masih tinggi ada yang bilang kamu berani tidak, terus akhirnya ada yang merasa terpanggil padahal masih satu kelas akhirnya mungkin ditentukan lokasinya di situlah TKP nya. Semuanya yang berada di kelas itu laki-laki semua, awalnya memang saling ejek. Itu hanya 4 orang saja yang lainnya semua hanya menonton,” sambungnya.
Kapolsek mengatakan, setelah diberikan pada Jumat pagi para pelajar langsung dilakukan pembinaan bersama dengan pihak terkait lainnya termasuk pihak sekolah.
“Tindakan kami bersama dengan Bhabinkamtibmas dan aparatur desa, Babinsa dan pihak sekolah kita lakukan langkah-langkah pembinaan dari Satreskrim Polres Sumedang sehingga anak-anak itu terarah saya harapkan bisa dibina dan tidak kembali terjadi,” kata Baban.
Sementara itu, melalui Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Tomo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang dibuat oleh para pelajarnya
“Saya perwakilan dari pihak sekolah memohon maaf atas terjadinya perkelahian kemarin. Kalau sanksi tidak ada kita lakukan pembinaan. Pembinaan kita lakukan seminggu sekali,” ungkap Nita Wakasek Humas SMPN 1 Tomo di lokasi yang sama. (gun)





