RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan indeks literasi juga numerasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mencoba bertukar strategi pembelajaran dengan salah satu praktisi pendidikan dari Korea Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara, MPd mengatakan, Korea Selatan merupakan negara dari Program For International Student Assessment (PISA) nomor 7 dari pertama. Sedangkan Indonesia berada pada posisi nomor 7 dari bawah.
Berkaca pada fenomena tersebut, pihaknya di Dinas Pendidikan ingin menimba ilmu terkait dengan metode pembelajaran di negeri ginseng itu yang mungkin bisa diimplementasikan di satuan pendidikan.
“Pertemuan ini ada kaitannya dengan pengembangan penyelenggaraan pendidikan yang konstruktif khususnya di Kabupaten Sumedang. Untuk mendapatkan strategis- strategis yang efektif dalam rangka meningkatkan program, kami mengundang Mr. Kim Jon untuk dapat berbagi dengan guru-guru yang ada di Kabupaten Sumedang,” kata Kadisdik kepada Radar Sumedang di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, belum lama ini.
Adapun sambung Kadisdik, output yang bisa dihasilkan dari Korea adalah bagaimana program-program untuk dapat meningkatkan literasi numerasi melalui Program for International Student Assessment (PISA) sehingga paling tidak gaya Sumedang bisa lebih dahulu mempercepat untuk perolehan peringkat literatur numerasi, melalui Program for International Student Assessment (PISA).
“Berdasarkan kesepakatan Mr. Kimjon ini, beliau bersedia untuk berbagi terkait dengan bagaimana cara meningkatkan literasi numerasi. Meskipun memang ada sebuah semacam permasalahan yang prinsip perbedaan budaya belajar,” ujarnya.
Ternyata Korea itu budaya belajarnya luar biasa, di sana, anak-anak belajar sampai jam 10 malam, itu kegiatan belajar yang optimum. Sementara jam belajar di Indonesia mulai dari jam 2, itu sudah terasa mulai lelah. Mungkin berbagi perbedaan kultur ini untuk bisa mendongkrak permasalahan-permasalahan yang ada di dunia pendidikan,” ujarnya lagi.
Selain itu lanjut Dian, Sumedang juga mendapatkan sebuah strategi cara pembelajaran yang efektif atau yang dikenal dengan yang namanya transformasi pembelajaran, soal bagaimana terjadinya sebuah transformasi pembelajaran dalam meningkatkan literasi numerasi dan transformasi pembelajaran.
Termasuk dalam hal ini lanjutnya, menindaklanjuti bahwa Kabupaten Sumedang termasuk salah satu kabupaten yang berdasarkan penilaian di Kementerian Pendidikan, khususnya Direktorat Paud Dikdasmen masuk ke level nasional tentang transformasi pembelajaran.
“Nah, dengan kekuatan transformasi pembelajaran sebenarnya bagaimana di negara lain khususnya Korea. Kita ingin mencari strategi-strategi itu sehingga diharapkan dengan dipahami diketahui strategi pembelajaran, yang dapat memberikan penguatan terhadap literasi numerasi. Bukan tidak menutup kemungkinan bisa mengejar ketinggalan khususnya mulai dari Kabupaten Sumedang,” katanya. (jim)





