RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyampaikan, otoritas Jepang ingin memastikan kembali Sumedang betul-betul siap dan bisa mengirim mangga gedong gincu ke negaranya.
Pasalnya satu minggu ke belakang, dirinya kedatangan delegasi khusus yang juga anggota parlemen Jepang yang dipimpin oleh Koichiro Ichimura.
Kata Yudia, Kunjungan Koichiro Ichimura dan rombongan untuk melihat persiapan Sumedang yang akan mengekspor mangga gedong gincu ke negeri matahari terbit, Oktober 2024 mendatang.
“Waktu itu, kunjungan delegasi dari Jepang ingin memastikan persiapan ekspor mangga gedong gincu ke Jepang. Sekaligus ingin melihat kebun mangga di Sumedang, yang rencananya akan dilakukan ekspor dimulai Oktober,” kata Yudia kepada sejumlah awak media.
Yudia juga mengatakan, Sumedang bisa mengirim mangga gedong gincu itu mungkin secara kontinyu.
Oleh karena itu, ekspor mangga gedong gincu menjadi entripoint bagi Sumedang untuk bisa diterima di dunia internasional.
“Rencananya, volume ekspor pertama mangga gedong gincu dari Sumedang sekitar 400 ton, dan kami sudah siapkan 545 ton. Jepang meminta satu kilogram mangga gedong gincu itu berisi 4 butir atau satu buah mangga beratnya 250 gram,” terang Yudia.
Yudia berharap, dengan ekspor mangga gedong gincu. Maka pasarnya bukan lagi domestik, tapi internasional.
”Tentunya kalau ekspor itu nilai dan harganya itu akan meningkat, kualitasnya akan meningkat sehingga meningkatkan kesejahteraan para petani di Sumedang,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan delegasi khusus Jepang, turut dibicarakan juga tentang ubi Cilembu dan sawo Sukatali.
“Saya sampaikan kepada delegasi Jepang, ubi Cilembu adalah ubi yang spesial dan spesifik. Ubi ini bisa tumbuh di mana saja tapi ubi Cilembu sangat spesifik rasanya akan berbeda kecuali tumbuhnya di Desa Cilembu,”
Senada, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan, berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 tahun 2018 tentang Pengembangan Buah-Buahan serta Sayuran Unggulan dan Prospektif di Daerah Provinsi Jawa Barat. Komoditas Mangga Gedong Gincu merupakan salah satu andalan Jawa Barat.
Misi untuk ekspor perdana mangga gedong gincu ke Jepang pun kata Herman, telah melalui 17 tahun negosiasi dengan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang.
Meski demikian diakui Herman, tantangan paling besar adalah standardisasi mangga gedong gincu secara internasional. Hal yang paling utama adalah buah yang akan diekspor harus bebas lalat buah.
Untuk itu, Pemdaprov Jabar bekerja sama dengan Balai Karantina dan Institut Pembangunan Jawa Barat (InJabar), lembaga think thank milik Universitas Padjadjaran, dibantu para eksportir untuk memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Alhamdulillah rekomendasi dari Balai Karantina sudah kita tempuh, semua standar internasional yang harus dipenuhi termasuk antisipasi lalat buah,” jelas Herman. (jim)







