Peringati HUT RI 79, PKBM Insan Motekar Gelar Talkshow Refleksi Pendidikan Masyarakat

oleh

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Dalam rangka memperingati 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan memberikan pembekalan bagi peserta didik baru, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Motekar mengadakan acara talkshow bertajuk “Refleksi Pendidikan Masyarakat setelah 79 Tahun Merdeka dan Urgensinya dalam Mewujudkan Generasi Emas yang Kreatif, Inovatif, dan Mandiri.” yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna PKBM Insan Motekar. Selasa, 20 Agustus 2024,

Acara tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Tim Pengabdian pada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (PPMI SAPPK ITB) dan mahasiswa magang dari Universitas Padjadjaran Bandung.

Talkshow ini menghadirkan empat narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Ahmad Aradea, S.Pd., M.MPd., Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang; Nopridiansya, S.H., Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumedang; Widi Wijanarko, S.E.I., dari Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI; dan R.R. Sri Wachyuni, S.Psi., Psikolog M.Psi. dari Institut Teknologi Bandung.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendiddikan Kabupaten Sumedang yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Ahmad Aradea,

Aradea menyampaikan apresiasi atas inisiatif berdirinya PKBM Insan Motekar. Kehadiran PKBM ini sangat berarti bagi masyarakat Sumedang khusunya Kecamatan Jatinunggal.

“Kami berharap PKBM Insan Motekar dapat menjadi pusat pembelajaran yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” katanya.

Ia menambahkan latar belakang lahirnya Pendidikan non formal yaitu Keterbatasan Pendidikan, Formal, Kebutuhan Pendidikan yang Flaksibel, adanya Perubahan Sosial dan Ekonomi, Pengakuan Terhadap Pembelajaran Sepanjang Hayat, Kebutuhan untuk Pengembangan Komunitas dan adanya Kemajuan Teknologi.

“Tujuannya Meningkatkan pengetahuan, keterapilan dan sikap peserta didik. Dengan sasaran Masyarakat yang membutuhkan keterampilan tambahan atau keterampilan khusus yang tidak memiliki kesempatan Pendidikan formal,” katanya.

Menurutnyq, Arah pengembangan kurikulum merdeka sejalan dengan proses Pendidikan non formal yang mengedepankan proses belajar berbasis project dan studi kasus yang diharapkan siswa bisa lebih terampil dan bisa bisa berpikir kreatif dan inovatif untuk bisa menanggulangi malasalah kehidupan sosial ekonomi secara mandiri.

Sementara itu, Pembina PKBM Insan Motekar Kartib Bayu menyampaikan bahwa kegiatan Talkshow ini dilaksanakan sebagai rasa syukur, renungan, koreksi, dan melakukan evaluasi setelah 79 tahun Indonesia merdeka sekaligus memberikan pembekalan dan wawasan terhadap peserta didik baru PKBM Insan Motekar.

“Dibalik keberhasilan pembangunan dalam mengisi kemerdekaan selama 79 tahun, namun tingkat kesenjangan sosial ekonomi masih tinggi, kemiskinan dan pengangguran masih banyak, di Kabupaten Sumedang data menunjukkan bahwa tingkat pendidikan rata-rata lama sekolah hanya sampai kelas dua SMP,” ujarnya.

Ia menambahkan, talkshow merupakan tonggak dan momen penting untuk mengkoreksi dan melakukan perubahan. Diperlukan komitmen, strategi dan tindakan yang konkret, terukur dan komprehensif serta extra ordinary effort dari seluruh jajaran Pemerintah dan Stakeholder lainnya untuk percepatan penanganan masalah kemiskinan, pengangguran dan masalah Pendidikan masyarakat.

“Diyakini bahwa masih banyak kemiskinan dan pengangguran diakibatkan oleh tingkat Pendidikan dan keterampilan masyarakat yang masih relative rendah. PKBM Insan Motekar lahir dari keprihatinan akan terbatasnya kesempatan belajar bagi masyarakat Khusunya di Kecamatan Jatinunggal,” tambahnya.

Menurutnya, PKBM Insan Motekar dengan segala kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang tersedia berkomitmen dan ingin berpartisipasi lebih banyak untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

“Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan PKBM Insan Motekar yaitu Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Pelatihan Pengolahan Jamur Tiram, Workshop Sistem Informasi manajemen Produksi dan Pemasaran Jamur tiram, Workshop Penysunan laporan keuangan Lumbung Pangan Berbasis Komputer, Pelatihan Budidaya dan Pasca PaneLebah madu tanpa sengat dan Pelatihan Usaha sayuran dengan Teknologi Hidroponik,” ucapnya.

Disamping kegiatan tersebut, kata ia, PKBM Insan Motekar juga pada Tahun ajaran 2024-2025 menyelenggarakan program kesetaraan paket B dan Paket C. dengan jumlah peserta didik 44 orang pakat C dan Paket B sebanyak 10 peserta didik dengan program Unggulan agrobisnis, Agroforestry, Desain Grafis dan Teknologi informastika.

“Dengan penerapan metode pembelaran kurikulum merdeka berbasis project dan studi kasus maka ditargetkan alumni PKBM Insan Motekar siap bersaing untuk meneruskan Sekolah/Kuliah baik di PTN-PTS, Siap Bekerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan Dunia Industri dan Siap untuk menjadi Wirausaha muda unggul berbasis inovasi dan teknologi,” katanya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumedang Nopridiansya menyampaikan bahwa untuk menghasilkan Alumni PKBM yang berkarakter dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap PKBM, maka legalitas PKBM perlu dilengkapi dan manajemen PKBM harus dikelola secara professional, terbuka dan akuntabel.

“Dalam proses pembelajaran diperlukan metode dan pendekatan yang tepat, meteri pembejalaran disamping pengetahuan dan keterampilan namun tak kalah pentingnya pembejalajaran etika, kepribadian dan pembentukan mental yang kuat dan berkarakter,” ujarnya.

Termasuk, kata ia, Alumni PKBM yang memiliki karakter kepribadian yang kuat, mereka akan tahan dalam menghadapi permasalahan dan tetap perpegang teguh pada aturan dan etika kehidupan yang benar.

Sementara Widi Wijanarko dari Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam paparan menyampaikan model kewirausahaan berbasis IoT untuk para pemuda di bidang pertanian.

“IoT menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membuka peluang baru bagi generasi muda. Pertanian menjadi sektor vital dalam perekonomian Indonesia. Namun, para petani, terutama generasi muda, menghadapi tantangan seperti akses pasar, pengetahuan, dan teknologi dan Profesi pertanian dianggap kurang menjanjikan dan tidak sejalan dengan tren modern,” ujarnya.

Menurutnya, Model Kewirausahaan yang ditawarkan yaitu Pertanian Presisi dengan Sensor & Otomatisasi, Peternakan Pintar dengan Pemantauan Kesehatan Hewan, Rantai Pasok Pertanian Transparan dengan Teknologi Blockchain, Marketplace Online untuk Produk Pertanian Lokal, dan Model Kewirausahaan Edukasi Pertanian Modern melalui Platform Digital.

R.R. Sri Wachyuni, S.Psi., Psikolog M. Psi. Dosen Institut Teknologi Bandung dalam paparannya menyampaikan bahwa pada dasarnya manusia itu mahluk individu dan makhluk Sosial.

“Secara individu memiliki kemauan dan keingginan serta potensi yang bisa dikembangkan. manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan menjadi makhluk paling sempurna dengan akal yang dimilikinya. Penciptaan akal yang dimiliki manusia dapat membantunya menyebut atau mengategorikan sesuatu dan membuat sebuah konsep sehingga memiliki kemampuan untuk berpikir,” ujarnya.

Manusia sebagai makhluk individu berperan menjaga dan mempertahankan harkat martabat yang dimilikinya. Dengan adanya individualitas, setiap orang akan memiliki cita-cita, kehendak, perasaan, semangat, kecenderungan, dan daya tahan yang berbeda-beda.

“Sebagai makhluk sosial, manusia menunjukkan beberapa ciri khas  antara lain; komunikasi, kerja sama, kebutuhan akan hubungan sosial, budaya dan norma social. Kebanyakan orang, saat menghadapi kesulitan, dia berhenti alias menyerah,” katanya.

Ada juga yang mengeluh, berharap orang lain mau membantunya mengatasi kesulitan dia. Padahal, bersama ke sulitan itu adalah kemudahan. Jika kita menghindari kesulitan, kita tidak akan mendapatkan kemudahan.

“Jika kita berharap orang lain yang mengatasi kesulitan, maka kemudahan akan menjadi milik orang lain. kita tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan,” tandas sri. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.