SD Pusdai Sumedang Gelar “Edu Trip” ke Bandara Kertajati dan Pondok Pesantren Integritas Quran

oleh
Kepala SD Pusdai Sumedang, H. Muhammad Ayat Hidayatullah, S.Pd., M.Pd. (kiri) menyerahkan cenderamata kepada pimpinan PPIQ di Bandung (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA – SD Pusdai Sumedang sukses menggelar kegiatan rutin tahunan bertajuk “Edu Trip” pada Jumat, 6 September 2024. Kegiatan ini membawa para siswa, orang tua, dan guru untuk mengunjungi dua lokasi penting, yakni Bandara Internasional Kertajati di Majalengka dan Pondok Pesantren Integritas Quran (PPIQ) di Bandung.

Kepala SD Pusdai Sumedang, H. Muhammad Ayat Hidayatullah, S.Pd., M.Pd.menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan para siswa dan orang tua mengenai dunia kepesantrenan serta penerbangan. 

“Kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun, selain untuk memperkenalkan lingkungan pesantren, juga untuk memberi pemahaman kepada anak-anak tentang dunia penerbangan,” ungkap H Asep Ayat, sapaannya.

Sebanyak 150 peserta, yang terdiri dari siswa, orang tua, dan guru, turut berpartisipasi dalam “Edu Trip” kali ini. PPIQ dipilih sebagai tujuan pesantren karena fokus utamanya pada program tahfidz Al-Quran dan bahasa, serta prestasi lulusannya yang banyak melanjutkan studi ke luar negeri. 

“PPIQ sangat sesuai dengan visi kami, karena di sini anak-anak belajar menjadi penghafal Quran dan mendapatkan pendidikan yang berorientasi internasional,” tambahnya.

Sementara itu, kunjungan ke Bandara Internasional Kertajati menjadi kesempatan istimewa bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia penerbangan. Bandara ini, yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia, menawarkan pengalaman baru dan mendidik bagi anak-anak yang untuk pertama kalinya dapat melihat langsung operasional bandara.

Selain kunjungan edukatif, peserta juga mendapatkan wawasan penting dari pimpinan PPIQ mengenai pendidikan generasi Qurani. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya menjaga asupan makanan. 

“Anak-anak harus dihindarkan dari makanan yang syubhat, apalagi yang haram. Bahkan, dianjurkan untuk mengganti penggunaan micin dengan garam dan madu, karena lebih sehat dan menghindarkan dari banyak mudarat,” ujar pimpinan PPIQ.

Melalui kegiatan ini, SD Pusdai Sumedang berharap dapat memperkuat kesadaran para siswa dan orang tua untuk menjaga asupan makanan yang sehat dan mendidik generasi penerus yang berpegang teguh pada ajaran Islam. 

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak ilmu dari kunjungan ini, terutama dalam mendidik anak-anak menjadi generasi Qurani yang berkualitas,” pungkasnya.(tmm)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.