Uji Coba Program Makan Siang Bergizi di Sumedang untuk Tekan Angka Stunting

oleh
Sejumlah peserta didik saat menyantap paket makan saat dilakukan uji coba makan siang bergizi partisipatif di SDN Pamoyanan, Desa Cipicung, Kecamatan Jatigede, Selasa (10/9/2024).

RADARSUMEDANG.id, KOTA –  Uji coba makan siang bergizi partisipatif di dua satuan pendidikan tingkat SD di Kabupaten Sumedang resmi dilaksanakan.

Kabupaten Sumedang dijadikan pilot project (percontohan) untuk melaksanakan salah satu program dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo – Gibran.

Program makan siang bergizi yang akan diujicobakan selama dua bulan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di berbagai daerah. 

Pantauan Radar Sumedang di SDN Pamoyanan Kecamatan Jatigede, ada sebanyak 154 siswa yang diberikan makan siang bergizi.

Setiap siswa mendapatkan 1 kotak makan dengan menu seimbang berisikan nasi, tumis sayuran, tumis daging, nugget dan buah-buahan.

Paket makan siang diberikan sebelum jam pulang sekolah dengan menu makanan yang berbeda-beda setiap harinya. Kemudian sebelum menyantap makanan, siswa digiring untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. 

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli yang pada kesempatan itu meninjau langsung uji coba di hari pertama menyampaikan, Forkopimda telah menugaskan sejumlah SKPD untuk menindaklanjuti program tersebut. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang sebagai penerima manfaat dari program makan siang bergizi partisipatif. Kemudian Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Diskominfomasanditik juga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai fasilitator.

Selain itu ada juga partisipasi dari BUMD seperti PDAM Tirta Medal, BUMN seperti perbankan juga pihak swasta. Sementara pelaksana atau dapur untuk memasak ditangani oleh PKK di kecamatan dibantu warga lokal sekitar.

“Untuk bulan September, makan siang bergizi akan diberikan setiap hari belajar melalui dana partisipatif. Kemudian nanti per bulan Oktober, itu khusus menggunakan APBD terkait bagaimana nanti tata kelolanya akan diatur kembali,” kata Yudia.

Adapun kata Yudia, ada 420 siswa di dua SD negeri di Jatinangor dan Jatigede. Yang mana 266 siswa di SDN Sirahcai, Cisempur, Jatinangor dan 154 siswa di SDN Pamoyanan, Jatigede.

Di Sumedang BUMD-BUMN telah memberikan bantuan partisipasi terkumpul anggaran Rp 152 juta satu bulan. Kemudian jumlah yang sama Rp 152 juta dari APBD.

Dirinya mengapresiasi kesiapan fasilitas di SDN Pamoyanan yang dinilai sangat baik, termasuk penggunaan bahan pangan lokal berkualitas untuk keberlanjutan program, 

“Program ini tidak hanya memberikan asupan makanan sehat, tetapi juga mendukung produk lokal seperti sayuran dan buah-buahan dari petani setempat. Jadi memang ada multiplayer efek program ketahanan pangan masyarakat, pemenuhan kebutuhan beras organik dan non organik. Kita punya beras analog Mandala yang berasal dari singkong dan jagung sehingga menggabungkan beras analog dan gincu tapi lezat dan menarik,” paparnya.

Yudia menambahkan, menu makanan juga telah disusun dan disesuaikan dengan standar gizi, dengan biaya Rp. 15.000 tiap anak per porsi.

Sedangkan di luar itu, ada bantuan susu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan air mineral dari BUMD Tirta Medal. 

Oleh sebab itu, Pemerintah daerah Sumedang berkomitmen penuh untuk mengawal program ini agar dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta pendidikan anak-anak di wilayahnya.

“Program ini harus dikontrol dan dimonitor dengan ketat. Terutama dalam hal memasak, menyajikan makanan, hingga evaluasi pasca program,” ujarnya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.