Cawabup Fajar Aldila Sorot Politik Uang di Kalangan Muda

oleh
Pendamping Dony Ahmad Munir, Fajar Aldila saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Jatinangor, Minggu (15/9/2024)

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Calon wakil bupati Sumedang pendamping Dony Ahmad Munir, Fajar Aldila meyakini pemilih muda di Kabupaten Sumedang tidak akan tergoda oleh money politic (politik uang). Sebagai sosok muda, dirinya meyakini para generasi muda tak akan melabuhkan pilihannya pada Pilkada Sumedang 2024 berlandaskan politik uang.

Oleh karenanya, sebagai praktisi dirinya harus menemukan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi masyarakat. “Bagaimana caranya, dalam filsafat ilmu ada yang namanya aksiologi, menerapkan ilmu ke masyarakat. Pemilih muda, saya percaya anak muda sekarang tidak tertarik money politic. Mereka akan memilih sesuai kebebasan mereka,” kata Fajar saat menghadiri sebuah acara di Jatinangor, Minggu (15/9/2024).

Menurutnya, kaum muda akan memilih sosok yang dianggap mencerminkan panutan. Lebih lagi dirinya termasuk kaum muda yang umurnya masih 30 tahun. “Saya sebagai representasi (kaum muda) hanya ingin meningkatkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Upaya ini untuk menjawab angka pengangguran di Sumedang yang masih berkisar pada angka 6 persen,” ujarnya.

Selain itu, dengan lapangan pekerjaan terbuka, para pemuda bisa lebih berdaya dalam kehidupan sehari-harinya. Yang mana pekerjaan akan menghindarkan masyarakat dari jeratan pinjaman online, bank emok (rentenir bahkan judi online).

Meski demikian diperlukan regulasi atau aturan pemerintah yang ketat dapat membuat warga Kabupaten Sumedang yang status ekonominya lemah lepas dari jeratan pinjol, judol, dan bank emok.

Regulasi yang dimaksud Fajar Aldila di dalamnya memuat larangan untuk memberikan pinjaman kepada orang-orang yang tidak punya pekerjaan tetap. “Jangan meminjamkan pinjol ke masyarakat yang tak punya pekerjaan, karena akan jadi gagal bayar. Hampir berapa triliun rupiah dari pinjol yang kasusnya gagal bayar,” sebut Fajar.

Sebaliknya, peran pemerintah ketika melarang pinjaman online untuk orang tanpa pekerjaan tetap adalah memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat itu. “Harus kita perkuat ladang ekonominya. Saya keliling ke pasar, ekonomi memang sedang lesu sehingga bagaimana kita datangkan investor agar lapangan kerja menjadi banyak. Kemudian dilihat datanya kita punya 6,93 persen pengangguran, di program Bapak Dony dan saya, akan kita turunkan,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.