RADARSUMEDANG.id, KOTA – Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kampus 3 UPI Sumedang pada Senin (15/7/2024).
Kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan yang ditujukan kepada para guru Pendidikan Jasmani di Kabupaten Sumedang. Pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama antara UPI, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, IGORNAS, dan MGMP Kabupaten Sumedang.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani S1/S2 sekaligus Ketua Tim PkM, Dr. Anggi Setia Lengkana, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan PkM ini merupakan agenda tahunan dari Prodi Pendidikan Jasmani.
“Tujuannya adalah untuk mengenalkan model pembelajaran berbasis gerak dasar (basic movement) kepada guru-guru Pendidikan Jasmani, khususnya dalam mengajarkan anak-anak difabel. Dengan pendekatan ini, anak-anak difabel mendapatkan pengalaman gerak yang lebih leluasa, sehingga bakat olahraga mereka bisa terdeteksi sejak dini,” jelasnya.
Model DR-GOS diciptakan untuk membantu proses pembinaan olahraga di sekolah, khususnya bagi anak-anak difabel. DR-GOS merupakan akronim dari Development activity games, Rhythmic activity, Gymnastics activity, Outdoor activity, dan Sports and games. Model ini dirancang sebagai media aktivitas rutin untuk anak-anak sebelum bakat olahraganya teridentifikasi. Dengan menggerakkan anak-anak difabel secara aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, diharapkan bibit-bibit olahragawan yang potensial bisa terbentuk sejak dini.
“DR-GOS adalah solusi untuk meningkatkan potensi anak-anak difabel melalui aktivitas fisik yang ringan, berulang, dan konstan dalam jangka waktu panjang. Kami percaya setiap anak, termasuk difabel, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bermain dan berprestasi dalam kehidupan. Mereka harus memiliki ruang dan waktu untuk beraktivitas secara bebas, sesuai dengan pilihan mereka,” tambah Dr. Anggi.
Menariknya, model DR-GOS ini juga dapat diterapkan pada anak-anak normal dengan penyesuaian pola dan jenis permainan yang lebih menantang. Dr. Anggi berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di Kabupaten Sumedang.(rik)






