RADARSUMEDANG.id – Program Studi Industri Pariwisata (INPAR) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Jasmani (PENJAS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Sosialisasi Olahraga Rekreatif sebagai Wujud Kearifan Lokal di Kabupaten Sumedang” pada Selasa 20 Agustus 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga rekreasi Trail Running sebagai bagian dari promosi wisata di Kabupaten Sumedang. Peserta sosialisasi terdiri dari masyarakat desa wisata setempat, termasuk guru, pelatih, anggota karang taruna, serta perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Sumedang.
Dr. Anggi Setia Lengkana, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Penjas (S1/S2) sekaligus ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menjelaskan bahwa olahraga rekreatif seperti Trail Running dapat menjadi alternatif untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumedang, khususnya di sektor olahraga.
“Kabupaten Sumedang memiliki topografi yang sangat mendukung untuk olahraga lintas alam ini. Trail Running tidak hanya memperkenalkan aktivitas fisik yang menyehatkan, tetapi juga mempromosikan keindahan alam Sumedang,” ungkap Dr Anggi.
Dr Anggi menjelaskan dengan topografi yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan, Kabupaten Sumedang memiliki ketinggian antara 25 hingga 1.667 meter di atas permukaan laut. Gunung Tampomas (1.667 m) di bagian utara Sumedang menjadi salah satu titik tertinggi. Sebagian besar wilayah Sumedang (51,68%) berupa perbukitan dengan kemiringan lereng antara 15-25%. Sebanyak 31,58% wilayahnya merupakan daerah berbukit sampai bergunung dengan kemiringan 25-40%, sementara 11,36% sisanya memiliki kemiringan lebih dari 40%, mendominasi di bagian selatan, timur, dan barat daya.
Dr. Anggi menambahkan bahwa medan yang bervariasi ini menjadikan Kabupaten Sumedang sangat cocok sebagai lokasi untuk olahraga Trail Running.
“Olahraga ini menggabungkan lari dan mendaki gunung, yang dilakukan di jalur lintas alam seperti jalan setapak, tanah berbatu, atau kombinasi pasir dan kerikil. Meskipun Trail Running populer di banyak negara, olahraga ini masih jarang dipraktikkan di Indonesia, khususnya di Sumedang, padahal potensinya sangat besar,” paparnya.
Perkembangan olahraga rekreatif di Kabupaten Sumedang kini mulai menarik perhatian para penggemar olahraga. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan memotivasi berbagai pihak untuk mendukung pariwisata olahraga di Sumedang.
Dr. Anggi berharap kegiatan ini akan menjadi salah satu langkah untuk menjadikan Sumedang sebagai destinasi wisata olahraga yang dapat menarik wisatawan lokal maupun internasional.(rik)





