RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Warga Sumedang mengaku penasaran dengan beberapa pohon yang ditanam di pinggiran jalan protokol yang bunganya berguguran.
Diketahui pohon tersebut saat ini sedang bermekaran yang bunganya berwarna kuning cerah sehingga mencuri perhatian para pengguna jalan.
Salah seorang warga, Asep Ganjar (31) mengatakan, dirinya sempat berhenti sejenak mengamati salah satu pohon berbunga bak bunga sakura ini.
Sebab selama ini dirinya baru mengetahui ada pohon unik yang sengaja ditanam namun saat berbunga terlihat estetik.
“Pertama kali lihat, saya baru tahu ada pohon seperti bunga sakura yang ada di Jepang. Bedanya ini berwarna kuning sehingga kalau kita foto sekilas memang seperti di Jepang atau di Korea,” kata Asep Ganjar.
Ia pun memberikan saran dan masukan, pemandangan indah di kota Sumedang yang langka ini dapat ditata lebih rapih di satu kawasan sehingga akan terlihat lebih indah.
“Coba kalau ditanam lebih rapat lagi di kanan kiri jalan misalkan berapa meter mungkin akan lebih indah lagi, dan jadi saya tarik tersendiri. Saya ingat di Surabaya juga ada yang kayak gini lebih tertata dan indah. Tapi di Sumedang saya belum melihat potensi ini dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Terpisah dimintai tanggapannya, Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Wawan Hermawan menerangkan, pohon yang dimaksud merupakan pohon ‘Tabebuya’ kuning.
Pohon ini biasa ditanam sebagai pohon untuk berteduh di pinggir jalan seperti di kota-kota besar di pulau Jawa dan kerap disamakan dengan bunga sakura Jepang. Ini
Selain berwana kuning, Tabebuya lanjut Wawan juga memiliki warna ungu dan putih. Hanya saja yang tumbuh di sekitar Jalan Prabu Geusan Ulun sampai seputaran Bundaran Alamsari berwarna kuning.
“Pohon Tabebuya yang bunganya itu disebut bunga terompet emas ini bermekaran setiap satu tahun sekali setiap musim kemarau. Pohon sengaja kami tanam supaya menambah kesan indah dan asri pada wajah kota,” terang Wawan saat dikonfirmasi Radar Sumedang via sambungan telepon, Minggu (6/10/2024).
Lebih lanjut dikatakan Wawan, ke depan Tabebuya akan ditanam lebih rapat lagi dengan menyesuaikan titik sesuai dengan kondisi trotoar.
“Insya Allah tahun depan akan kami optimalkan lagi demi mempercantik kota dan mewujudkan kembali Sumedang sebagai kota bludru. Mohon doa dan dukungan masyarakat, supaya dipelihara dengan baik,” katanya. (jim)






