RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengingatkan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi, khususnya ancaman megathrust di wilayah Jawa Barat.
Diakui Herman, saat terjadi bencana terkadang masyarakat selalu merespon dengan panik sehingga potensi terdampak bencana sangat beresiko.
Oleh sebab itu, dalam rangka merespon peringatan Megathrust yang sebelumnya dikeluarkan oleh BMKG beberapa waktu lalu. Pemprov Jabar kata Herman menyarankan agar dilakukan simulasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Pasalnya berdasarkan data, terdapat lima kabupaten yang berpotensi terdampak bencana megathrust. Meliputi Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi sehingga tersebut memerlukan perhatian khusus, terutama dalam upaya mitigasi bencana.
“Kita semua berharap tidak ada kejadian bencana, tetapi kita harus mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan,” kata Herman dalam keterangan persnya, baru-baru ini di Kabupaten Bandung.
Ia juga menekankan perlunya konsolidasi di antara pemerintah daerah, terutama di kawasan Cekungan Bandung yang didalamnya ada Kabupaten Sumedang.
“Kami meminta agar dilakukan geladi lapangan terkait bencana, mengingat Bandung memiliki potensi bencana yang cukup besar, apalagi jika megathrust terjadi dan memantik pergerakan sesar Lembang,” ujarnya.
Untuk itu, Sekda Jabar meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah Jawa Barat segera melakukan simulasi bencana.
“Simulasi adalah persiapan terbaik. Saya sudah menginstruksikan kepada kepala BPBD agar dalam waktu tiga bulan ke depan, paling lambat Desember 2024, dilaksanakan simulasi bencana, baik itu geladi posko, simulasi administrasi, koordinasi, hingga gladi lapangan,” tegas Herman.
Pada pertemuan yang dihadiri oleh para sekretaris daerah dan kepala BPBD se-Jawa Barat, membahas juga ancaman bencana, khususnya gempa, tapi juga termasuk bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor.
Sementara Kalak BPBD Sumedang, Atang Sutarno menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi atensi dari Sekda Jabar.
“Tentunya apa yang dibahas pada pertemuan kemarin menjadi perhatian kami demi melakukan mitigasi dan meminimalisir korban jiwa akibat gempa,” katanya. (jim)





