RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) kembali mengadakan program beasiswa khusus untuk anak-anak petani kelapa sawit acara penyerahan beasiswa tersebut diselenggarakan di Ikopin University, Jatinangor.
Apkasindo menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 59 mahasiswa yang berasal dari keluarga petani kelapa sawit di 25 provinsi se-Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apkasindo, Gulat Manurung menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi Apkasindo dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta Kementerian Pertanian. Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan dan tunjangan hidup sebesar Rp2.300.000 per bulan, yang meliputi biaya kuliah, uang buku, dan biaya kesehatan.
“Melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan-perusahaan kelapa sawit, kami ingin memastikan pendidikan tinggi dapat diakses oleh generasi penerus petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, beasiswa ini menyasar tiga kelompok utama, yaitu Anak Petani, yakni anak-anak yang memiliki orang tua sebagai petani kelapa sawit. Keluarga Petani yakni anggota keluarga petani yang aktif terlibat dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit. Dan Pemerhati Petani Sawit: Individu yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor perkebunan kelapa sawit dan aktif dalam menyebarluaskan informasi positif tentang kelapa sawit.
“Program ini melibatkan penerima dari 23 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan total penerima mencapai 3.000 mahasiswa. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang sehingga lebih banyak mahasiswa yang memperoleh manfaat di masa mendatang,” tambahnya.
Menurutnya, Apkasindo optimistis program beasiswa ini akan meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan kelapa sawit, dengan harapan para penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi keluarga mereka serta keberlanjutan dan daya saing sektor kelapa sawit di masa depan.
“Para mahasiswa ini kami harapkan menjadi pionir dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan lebih kompetitif di pasar global,” tandasnya. (tha)







