RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang memastikan bahwa vaksin untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah tersedia di Indonesia. Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Aan Suganda, mengungkapkan bahwa vaksin DBD ini, termasuk jenis Qdenga, dapat melindungi tubuh dari ancaman DBD seumur hidup.
“Vaksin DBD sebenarnya sudah tersedia, namun pemerintah belum menggulirkan program vaksinasi massal untuk masyarakat. Saat ini vaksin ini baru bisa diakses di klinik swasta dengan biaya tertentu,” ujar Aan saat ditemui pada sebuah kegiatan di Saphire City Park Sumedang, Kamis (14/11/2024).
Jenis dan Rentang Usia Penerima Vaksin DBD
Aan menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat dua jenis vaksin DBD yang telah disetujui oleh BPOM, yakni:
- Dengvaxia
- Ditujukan untuk anak usia 9–16 tahun yang sudah pernah terinfeksi virus dengue.
- Diberikan dalam 3 dosis dengan jarak 6 bulan.
- Qdenga
- Ditujukan untuk anak-anak dan orang dewasa berusia 6–45 tahun, baik yang sudah pernah maupun belum pernah terinfeksi virus dengue.
- Diberikan dalam 2 dosis dengan jarak pemberian 3 bulan.
“Vaksin ini merangsang sistem imun untuk melawan infeksi virus dengue. Meski tidak memberikan perlindungan total, vaksin ini efektif mengurangi keparahan gejala dan risiko terkena DBD,” jelas Aan.
Proses dan Kriteria Penerima Vaksin
Sebelum disuntikkan, vaksin DBD memerlukan proses screening untuk memastikan tidak ada kontraindikasi. Beberapa kondisi yang tidak disarankan menerima vaksin ini adalah:
- Kehamilan
- Gangguan autoimun
- Penerima kemoterapi
- Pengidap HIV
Efek samping vaksin ini umumnya ringan, seperti nyeri, pembengkakan di lokasi suntikan, atau demam sementara.
Belum Tersedia di Fasilitas Pemerintah
Hingga saat ini, vaksin DBD belum didistribusikan ke dinas kesehatan kabupaten/kota. Program vaksinasi massal dari pemerintah pun belum dijalankan.
“Vaksin ini baru tersedia secara terbatas di klinik swasta, dan untuk Sumedang sendiri, kami belum memiliki informasi tentang ketersediaannya ataupun biayanya,” kata Aan.
Meski demikian, Aan tetap mengimbau masyarakat Sumedang untuk mengutamakan langkah pencegahan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar risiko penyebaran DBD dapat diminimalkan.
“Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN, risiko DBD bisa ditekan meski tanpa vaksin,” tutupnya. (gun)







