RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiagakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bersiaga siang malam di jalan nasional Sumedang-Bandung pintu masuk tol Pamulihan. Petugas yang mengarahkan truk-truk besar dari arah Sumedang harus masuk agar tidak melintasi Kawasan Pendidikan Jatinangor.
“Kami menyiagakan petugas Dishub siang dan malam di Pintu Gerbang Tol Pamulihan. Truk-truk besar tidak lewat lewat Jatinangor dan diarahkan masuk tol di gerbang tol Pamulihan,” kata Bupati Dony Ahmad Munir saat meninjau ke gerbang tol Pamulihan, Jumat malam (14/8/2026)
Menurutnya, sebelumnya Pemkab Sumedang sudah mengirimkan surat ke armada truk-truk besar supaya tak melintasi Kawasan Pendidikan Jatinangor yang sangat padat kendaraan dan kerap dilintasi kendaraan besar. Sementara mobilitas, ribuan siswa banyak melintas dan menyebrang di jalan nasional. Demi keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas truk besar tak melintasi kawasan Jatinangor. Inilah ikhtiar kami setelah kemarin banyak warga yang meminta agar truk-truk besar tiga tidak melewati Jatinangor, katanya.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, personel Dishub Sumedang bagian menjadi dua shift penjagaan guna mengawasi jalur. “Shift siang dan malam ada yang bertugas di sini. Kami akan terus menempatkan personel Dishub dibantu Polres Sumedang untuk mengarahkan mobil-mobil tersebut masuk jalan tol Pamulihan,” jelas Bupati Dony.
Ke depan, penjagaan serupa tidak hanya berdiri di Pamulihan. Pemkab Sumedang berencana memperluas penempatan personel gabungan Dishub dan Kepolisian di setiap pintu tol strategis lainnya, seperti pintu tol arah Paseh, Cimalaka, dan Sumedang Kota.
Terkait regulasi penindakan, Bupati Dony menjelaskan, kewenangan penindakan di jalan nasional berada di bawah ranah Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, bukan Pemkab. “Pemda hanya mengimbau, mengarahkan, dan menempatkan personel. Kebijakan ini dibuat oleh Pemda Sumedang demi menjaga dan melindungi jiwa warga yang merupakan hal paling utama, sekaligus mengurangi risiko bahaya kecelakaan di jalan raya,” katanya.(cwp)





