RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Inisiatif luar biasa datang dari sekelompok ibu-ibu di Desa Cijeruk yang berhasil memanfaatkan waktu luang secara produktif. Setiap pagi, setelah mengantar anak-anak mereka ke sekolah, para ibu ini berkumpul di kantin sekolah untuk membuat bongsang tahu, sebuah keranjang kecil tradisional yang digunakan untuk membungkus tahu.
Dengan penuh semangat dan kerja sama, ibu-ibu ini menjalankan kegiatan tersebut hingga jam sekolah selesai. Kegiatan ini tidak hanya menjadi cara untuk mengisi waktu, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga mereka.
“Awalnya hanya sekedar mengobrol sambil menunggu anak-anak kebanyakan disini pengrajin menganyam bongsang, terpikir sambil menunggu anak pulang, pekerjaan menganyam yang biasa dikerjakan dirumah dibawa kesekolah,” ujar salah satu orang tua siswa SD Ciherang.
Bongsang tahu yang mereka produksi dibuat dengan bahan bambu yang ramah lingkungan dan dijual ke beberapa pengusaha tahu di daerah sekitar.
Permintaan terhadap bongsang tahu ini cukup tinggi karena keunikan dan nilai tradisionalnya. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga desa.
Anggota DPRD Sumedang, Sonia Sugian, memberikan apresiasi tinggi kepada ibu-ibu di Desa Cijeruk atas inisiatif mereka dalam memanfaatkan waktu secara produktif. Para ibu tersebut dengan gigih membuat bongsang tahu sambil menunggu anak-anak mereka di sekolah.
“Ini sangat luar biasa. Mereka bisa tetap memperhatikan anak-anaknya sambil menghasilkan pendapatan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan semangat kemandirian dan kreativitas yang patut ditiru,” ujar Sonia Sugian dalam kunjungannya ke SDN Ciherang Desa Cijeruk.
Sonia mengaku, Produk bongsang tahu hasil karya ibu-ibu dijual seharga Rp40 ribu per seratus bongsang, menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi keluarga mereka.
“Kreativitas dan semangat kerja keras ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan kebersamaan di antara para ibu-ibu,” katanya.
Sonia berharap, inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Pemerintah daerah harus mendukung program-program seperti ini, baik melalui pelatihan, bantuan bahan baku, maupun akses pemasaran yang lebih luas,” tambahnya.
Langkah ibu-ibu di Desa Cijeruk ini membuktikan bahwa inovasi kecil dari masyarakat dapat memberikan dampak besar, baik secara ekonomi maupun sosial. (tha)







