Disparbudpora Sumedang Angkat Potensi Desa Melalui Karya Film

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung resmi menutup Festival Film Desa (FFD) Sumedang juga APDESI Sumedang.

Ajang kompetisi pembuatan karya film berskala lokal ini rupanya memberdayakan para warga di desa-desa bersama para sineas lokal Sumedang untuk membuat film pendek yang mengangkat berbagai macam kehidupan yang biasa dijumpai masyarakat di pedesaan.

Ketua DPC Apdesi Kabupaten Sumedang Welly Sanjaya menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Sumedang dan ISBI, yang telah menyelenggarakan FFD Sumedang. Karena menurut Welly, ajang FFD Sumedang ini, dinilai sangat efektif untuk membantu mempromosikan potensi desa.

“Kami harap, event FFD Sumedang ini bisa diselenggarakan secara rutin. Sebab, selain mengangkat potensi budaya lokal, event ini sangat membantu dalam mempromosikan potensi desa,” kata Welly kepada sejumlah awak media di Aula Tampomas, PPS belum lama ini.

Sementara itu, menururut penjelasan Ketua Pelaksana FFD Sumedang, Dara Rembulan, festival ini merupakan salah satu upaya untuk mengeksplorasi potensi lokal yang ada di Kabupaten Sumedang.

Yang mana tujuannya untuk mengangkat potensi lokal dengan tema ‘Potensi Lokal Upaya Membangun Desa’.

“FFD ini merupakan wujud nyata dari inisiatif bersama antara Disparbudpora Kabupaten Sumedang dengan ISBI Bandung, dalam mengangkat kearifan lokal yang ada di Sumedang,” kata Dara Rembulan, yang juga merupakan Ketua Prodi Film ISBI Bandung.

Dara menyebutkan, kolaborasi yang dibangun oleh Disparbudpora bersama ISBI Bandung ini, tentu tidak hanya untuk menampilkan potensi desa-desa di Kabupaten Sumedang saja. Namun juga untuk mengangkat keunikan budaya lokal melalui karya film yang sarat akan nilai seni dan kearifan lokal.

Yang mana, FFD Sumedang 2024 bisa dijadikan sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi masyarakat desa, untuk mengeksplorasi cerita, serta potensi desa.

Dara menambahkan, pemenang yang berhasil meraih penghargaan pada ajang FFD Sumedang 2024 adalah sebuah karya Film berujudul Komitmen Kopi Sanekala asal Desa Sukawangi sebagai Kategori Film Umum Terbaik sekaligus kategori Film Cerita Pilihan.

“Para kurator dan para jurinya juga melibatkan para seniman dari Sumedang. Saya harap, FFD ini dapat menjadi wahana untuk memperkenalkan Sumedang ke kancah yang lebih luas. Di luar itu, event ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat Sumedang agar bisa kembali meningkatkan semangat gotong-royong,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.