RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Jawa Barat telah resmi berakhir pada Minggu, 8 Desember 2024. Acara yang diikuti oleh 13 Pimpinan Cabang Kabupaten/Kota di Jawa Barat ini berlangsung meriah dengan jumlah peserta mencapai 500 atlet.
Dalam Kejurda kali ini, Kabupaten Sumedang berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan merebut gelar juara umum untuk kategori jurus baku. “Alhamdulillah, Kejurda kali ini para atlet santri Pagar Nusa Sumedang mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sumedang, Asep Mahbub Munawar, Senin (09/12).
Ia menambahkan, prestasi yang berhasil diperoleh Sumedang di Kejurda Jawa Barat yakni kategori jurus baku remaja tunggal putra juara 1, tunggal putri juara 1, ganda putra juara 2, ganda putri juara 2, beregu putra juara 3, beregu putri juara 3. “Sementara kategori jurus baku dewasa kami berhasil juara 1 tunggal putra dan tunggal putri, juara 2 ganda putra dan putri dan juara 3 beregu putra dan putri,” tambahnya.
Menurut Asep, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras para atlet dan pelatih yang berlatih tanpa kenal lelah. “Tentu ini menjadi suatu kebanggaan dan oleh-oleh untuk Sumedang. Perolehan ini berkat semangat juga kerja keras kita yang terus latihan siang malam,” ungkapnya.
Menurutnya, setelah berhasil menjadi juara umum selanjutnya mempersiapan menuju Kejurnas di Jakarta. Prestasi di Kejurda ini sekaligus menjadi bekal bagi Pagar Nusa Sumedang untuk mewakili Jawa Barat di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung bulan depan di Jakarta.
“Kini sudah saatnya kita mewakili Jawa Barat ke KEJURNAS. Maka saya mohon kepada para atlet santri Pagar Nusa Sumedang, mulai sekarang jaga kesehatan dan istiqomahkan lagi latihannya,” tegas Asep.
Asep juga berharap agar persiapan ini dilengkapi dengan doa dan tawakal. “Kita selalu memohon, selalu berdoa, agar diberikan kesehatan dan kelancaran. Semoga setiap langkah kita diridhoi oleh Allah SWT,” tambahnya.
Ia menutup dengan harapan agar prestasi ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. “Meskipun kita sering dianggap anak tiri dibandingkan banom-banom lain, hal ini tidak mengurangi semangat kita untuk terus berjuang menjaga dan melestarikan budaya seni bela diri tanah air,” pungkasnya. (tha)





