Targetkan Solusi Modern untuk TPAS Cibeureum

oleh
For Radar Sumedang ALAT BERAT: Sebuah alat berat tengah meratakan sampah di TPAS Cibeureum

RADARSUMEDANG.id, KOTA– Pj. Bupati Sumedang H. Yudia Ramli memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait evaluasi pengelolaan sampah di Kabupaten Sumedang.

Yudia menjelaskan, Indonesia berada di peringkat kedua dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, menjadikan pengelolaan sampah sebagai isu global dan lokal yang sangat penting dan masih belum teratasi dengan optimal.

“Pengelolaan sampah ini menjadi masalah besar yang harus diselesaikan, terutama dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Volume sampah setiap harinya semakin banyak,” ujar Yudia kepada awak media beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, evaluasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di setiap daerah, termasuk Kabupaten Sumedang. Yudia menegaskan bahwa Pemkab Sumedang akan segera merespons arahan Kementerian LHK dalam rangka pengelolaan sampah yang lebih baik.

Terkait penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cibeureum dan Cijeruk, Yudia menyampaikan bahwa Pemkab Sumedang telah menyiapkan rencana untuk mengurangi volume sampah yang masuk.

“Kita memiliki dua TPAS, di Cibeureum dan Cijeruk. Kedua tempat ini perlu dioptimalkan, dan mudah-mudahan pada tahun depan kita bisa melaksanakannya,” ujar Yudia.

Yudia mengungkapkan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat dalam pengelolaan sampah yang semakin meningkat. Ia mengakui bahwa saat ini dari 76 ribu ton sampah yang dihasilkan per tahun, baru sekitar 15% yang berhasil dikelola dengan baik.

“Kita perlu duduk bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk membahas pengelolaan sampah di tahun 2025. Semoga pengelolaan sampah di Kabupaten Sumedang bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Yudia juga mengungkapkan bahwa pengolahan sampah di TPAS Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, masih menggunakan metode manual untuk meratakan sampah. Saat ini, sistem yang diterapkan di TPAS Cibeureum adalah open dumping, yaitu membuang sampah tanpa perlakuan lebih lanjut.

“Kami berharap TPAS Cibeureum bisa dikelola dengan cara yang lebih modern. Dengan berkolaborasi dan bekerja sama, saya yakin kita bisa mengatasi masalah sampah di TPAS Cibeureum dengan lebih baik,” ujarnya.

Diharapkan dengan langkah-langkah ini, pengelolaan sampah di Kabupaten Sumedang dapat terus ditingkatkan, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.