PAMULIHAN – Kepala Desa Cimarias memberikan klarifikasi setelah insiden bendera Merah Putih yang lusuh dan robek di Kantor Desa Cimarias sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam unggahan yang viral, beberapa warga menyoroti kondisi bendera tersebut sebagai bentuk kurangnya penghormatan terhadap simbol negara.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cimarias menjelaskan bahwa insiden itu terjadi akibat angin besar yang melanda wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak disengaja, melainkan murni kelalaian karena cuaca ekstrem.
“Insiden ini terjadi pada akhir pekan, Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2024, saat kantor desa sedang kosong karena hari libur. Begitu kami mengetahui kondisi bendera, langsung kami ganti dengan yang baru. Kami mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian ini dan berkomitmen lebih menjaga simbol negara di masa depan,” ujar Kepala Desa.
Kepala Desa juga menyampaikan imbauan kepada perangkat desa untuk lebih proaktif menjaga fasilitas pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan simbol negara. Langkah antisipasi juga disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ramainya perbincangan di media sosial dianggap menjadi pengingat pentingnya menjaga simbol negara sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara. Pihak desa berharap klarifikasi ini dapat menjawab kekhawatiran masyarakat dan meredakan polemik yang terjadi.(tha)







