Geoteater Rancakalong Jadi Pusat Kolaborasi Seni Budaya Sunda dan Internasional

oleh
Kunjungan Rektor ISBI Bandung ke Gedung Geoteater Rancakalong.

RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Gedung Geoteater Rancakalong kembali mencuri perhatian, kali ini dari kalangan akademisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Arsitektur gedung ikonik yang dirancang oleh Ridwan Kamil, serta lokasinya yang strategis di antara perbukitan, mendorong ISBI untuk menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, mengungkapkan bahwa kunjungan ISBI ke Geoteater Rancakalong menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan seni dan budaya Sunda dalam program pemerintah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS).

“Kami sedang menyusun program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumedang terpilih periode 2025-2029. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi fungsi Geoteater sebagai pusat budaya Sunda,” kata Tuti, Kamis (2/1/2025).

Menurut Tuti, optimalisasi fungsi Geoteater tidak hanya terbatas pada seni budaya lokal Sunda, tetapi juga mencakup budaya internasional untuk jangka panjang.

“Dalam jangka pendek, kami akan menggelar pertunjukan seni budaya lokal Sumedang. Termasuk peluncuran pertunjukan budaya Jawa Barat secara digital agar memiliki skala global,” jelasnya.

Tuti juga menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan Perda SPBS tidak hanya menjadi produk hukum, tetapi juga diimplementasikan secara nyata.

Bupati Sumedang terpilih, Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, untuk membahas kerja sama strategis di bidang seni budaya.

“Sumedang akan menjadi laboratorium ISBI, tempat mahasiswa melakukan praktik dan pengabdian masyarakat. Karya seni ISBI juga akan ditampilkan di Geoteater Rancakalong,” ujar Dony.

Lebih lanjut, Dony menyebut Sumedang akan menjadi kampus satelit ISBI. Mahasiswa tingkat awal dapat belajar di Sumedang dengan melibatkan masyarakat lokal di sekitar Geoteater.

“Akan ada program khusus agar warga sekitar Geoteater bisa menjadi mahasiswa ISBI. Kami juga akan memperlebar akses jalan menuju Geoteater untuk mempermudah mobilisasi, terutama karena jaraknya hanya sekitar 30 menit dari gerbang Tol Cisumdawu di Pamulihan,” jelas Dony.

Dengan kolaborasi ini, Geoteater Rancakalong diharapkan menjadi pusat seni budaya yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Sunda, tetapi juga membuka peluang kolaborasi global. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.