Komitmen Terdepan Terapkan Pendekatan Deep Learning di Sekolah

oleh
Sekda Jabar Herman Suryatman saat melakukan monitoring di SMA Negeri Situraja, Kabupaten Sumedang, Senin (6/1)

RADARSUMEDANG.id, SITURAJA – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam penerapan pendekatan belajar Deep Learning di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai transisi sambil menunggu hasil kajian terhadap Kurikulum Merdeka oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa implementasi Deep Learning di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, sejauh ini berjalan baik. 

“Kami sudah relatif mengetahui kondisi di lapangan dan Jabar berkomitmen terdepan dalam implementasi Deep Learning baik di SMA, SMP, SD, dan semua jenjang pendidikan di bawah Kementerian Agama,” ujar Herman usai melakukan monitoring di SMA Negeri Situraja, Kabupaten Sumedang, Senin (6/1).

Herman menuturkan, dalam monitoring yang dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah pascalibur semester, para siswa telah memahami tiga pilar utama Deep Learning, yaitu mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan). “Saya lihat para siswa sudah mulai paham konsep utama Deep Learning,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa Pemdaprov Jabar akan terus memantau penerapan model belajar ini di seluruh sekolah di 27 kabupaten/kota. Selain siswa, kepala sekolah dan guru juga akan diberikan pemahaman mendalam terkait pendekatan tersebut.

“Tentu nanti juga ke daerah lainnya karena semua harus diperhatikan. Kita akan edukasikan agar kepala sekolah dan guru memahami konsep ini serta dapat mempraktikkannya dengan baik,” jelasnya.

Keseriusan Pemdaprov Jabar dalam mengadopsi Deep Learning menjadi bukti nyata komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Jawa Barat. Herman menilai, pendidikan yang maju adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini sebagai bukti bahwa Pemdaprov Jabar sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sektor pendidikan harus maju dan menjadi modal utama,” tegasnya.

Selain mengunjungi SMA Negeri Situraja, Herman yang didampingi Plh Kadisdik Jabar juga meninjau SMP Negeri 1 Situraja dan SD Negeri Situraja untuk memastikan penerapan Deep Learning berjalan efektif.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Kementerian saat ini masih mengkaji kelanjutan Kurikulum Merdeka. Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan kurikulum, melainkan model pendekatan belajar yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa melalui proses belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Dengan langkah proaktif ini, Jawa Barat diharapkan menjadi model penerapan pendekatan belajar Deep Learning yang sukses di Indonesia. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.