RADARSUMEDANG.id, KOTA – Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2025 akan digelar di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, selama dua hari pada 14–15 Januari mendatang. Forkopimda Sumedang kini tengah sibuk mempersiapkan mobilisasi peserta serta lokasi kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyampaikan bahwa sejumlah titik lokasi sudah ditentukan oleh panitia untuk menyelenggarakan berbagai acara.
“Pada hari pertama akan ada village expo dengan estimasi peserta mencapai 2.000 orang. Acara ini akan menghadirkan 400 desa binaan kementerian dan lembaga yang berprestasi,” ujar Tuti usai menghadiri rapat koordinasi Forkopimda di Gedung Negara, Selasa (7/1/2025).
Selain itu, lanjut Tuti, terdapat perwakilan desa dari setiap provinsi yang akan hadir, meskipun konfirmasi final dari kementerian masih dinantikan.
“Pejabat yang akan hadir di antaranya Kepala Daerah se-Jawa Barat, Pj Gubernur, Sekda Jawa Barat, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” jelasnya.
Tuti juga menambahkan bahwa untuk peserta dari Kabupaten Sumedang sendiri, setiap desa akan mengirimkan 10 orang, sehingga diperkirakan total peserta lokal mencapai 2.700 orang.
“Village expo akan dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Cibeureum Kulon. Lokasinya dipastikan mampu menampung lebih dari 2.000 orang. Pameran ini akan menampilkan produk unggulan desa, teknologi tepat guna (TTG), serta inovasi desa, dengan dukungan penuh dari Pemprov Jawa Barat. Kami hanya memobilisasi peserta, sementara amenitas seperti penginapan sedang dikoordinasikan oleh Disparbudpora dan PHRI,” terang Tuti.
Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman, turut memaparkan sejumlah agenda seni budaya yang akan memeriahkan HDN 2025.
“Ada empat kesenian utama yang akan ditampilkan, yakni tari umbul kolosal, seni Buhun Tarawangsa, Rengkong Buhun, dan teaterikal desa yang mencerminkan sejarah Hari Desa. Selain itu, akan ada sajian ragam budaya Nusantara,” ungkapnya.
Pada 14 Januari, sebanyak 2.000 penari dari desa-desa di Kabupaten Sumedang akan menampilkan tari umbul kolosal di lapangan sepak bola Desa Cibeureum Kulon. “Setiap desa akan mengirimkan 10 penari, ditambah peserta dari Kecamatan Cimalaka. Musik untuk tari ini berdurasi tujuh menit, dan kami akan menyediakan instruktur,” jelas Nandang.
Sementara itu, pada hari kedua, akan digelar musyawarah desa (musdes) yang diramaikan dengan penyambutan seni Rengkong Buhun, teaterikal desa, serta harmoni desa yang menampilkan tarawangsa.
“Kami juga menerima arahan dari kementerian untuk memfasilitasi kesenian daerah lain yang ingin tampil. Bahkan, akan ada ragam seni budaya khas Nusantara dalam durasi singkat untuk menampilkan identitas budaya dari seluruh Indonesia,” pungkas Nandang.(jim)







