RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sejumlah agen gas LPG 3 kg di Kabupaten Sumedang mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, sehingga menghambat proses distribusi gas ke pangkalan. Keluhan ini menjadi perhatian serius dalam rapat kerja antara Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian, serta perwakilan HISWANA GAS, Senin (13/1).
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibullah menegaskan bahwa kerusakan jalan di jalur utama distribusi LPG berdampak signifikan pada kelancaran penyaluran dan kestabilan harga di tingkat pangkalan.
“Distribusi yang terganggu akibat jalan rusak tentu akan menambah beban biaya operasional agen, dan ini berpotensi memengaruhi harga di lapangan,” ujar Kang Herman sapaan akrab Herman Habibullah.
Ia meminta dinas terkait untuk segera memprioritaskan perbaikan jalan yang menjadi jalur distribusi vital, agar penyaluran gas subsidi dapat kembali berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami mendorong HISWANA GAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mencari solusi terbaik bagi agen dan masyarakat. DPRD, bersama dengan dinas terkait dan HISWANA GAS, akan terus mengawasi pelaksanaan distribusi dan memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan. Perbaikan jalan harus segera dilakukan agar distribusi tidak lagi terkendala,” tambahnya.
Rapat kerja tersebut, kata Kang Herman, diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, agen, dan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan gas LPG 3 kg yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
“Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan di jalur distribusi menjadi langkah mendesak agar distribusi gas dapat kembali berjalan optimal dan sesuai dengan HET yang telah ditetapkan,” tandasnya. (tha)





