RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Kecamatan Jatinangor, sebuah kawasan pendidikan di Jawa Barat, dirancang menjadi “City of Digital Knowledge” melalui transformasi digital berbasis kolaborasi multisektor. Dalam diskusi strategis yang berlangsung di Gedung Sate dan Kampus ITB Jatinangor, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan visi menjadikan Jatinangor sebagai kota pendidikan digital yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin Jatinangor menjadi kota berpengetahuan dengan transformasi digital sebagai alat utama. Ini adalah langkah konkret untuk menjadikan masyarakat Jatinangor lebih sejahtera dan bahagia,” ujar Herman.
Pertemuan pertama yang berlangsung di Gedung Sate melibatkan berbagai pihak strategis, termasuk perwakilan Kementerian PAN RB, Deputi Pemerintahan Digital, Deputi Pelayanan Publik, Kemendagri, Bappenas, serta unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sekda Herman menyoroti pentingnya transformasi digital di Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan keadilan sosial.
“Kami sedang menyiapkan rancangan Peraturan Gubernur tentang transformasi digital untuk mempercepat layanan kepada masyarakat. Data yang terintegrasi dan tersaji cepat akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik,” jelasnya.
Sesi kedua dilanjutkan di Kampus ITB Jatinangor, yang menjadi fokus pembahasan rencana pengembangan kawasan. Di antaranya adalah pembangunan pusat informasi dan tempat berkumpul di area kampus, perbaikan infrastruktur jalan, serta digitalisasi tingkat desa dan kecamatan. PT Era Bangun berkomitmen mendukung optimalisasi digitalisasi pemerintahan di wilayah tersebut.
“Dalam pengembangan kawasan ini, Pertamina turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). CSR ini diarahkan untuk penyediaan sarana transformasi digital di Jatinangor,” katanya.
Tak hanya itu, kata ia, pelatihan kapasitas (capacity building) dan sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan oleh gugus tugas yang telah dibentuk.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengembangan kawasan perkotaan Jatinangor dan menjadi percontohan transformasi digital di Jawa Barat,” ujar Herman.
Sejumlah langkah konkret telah disepakati, seperti pembangunan Infrastruktur, pusat informasi dan perbaikan jalan melalui APBD Perubahan Provinsi dan Kabupaten. Optimalisasi pelayanan publik melalui teknologi digital di tingkat desa dan kecamatan dan peningkatan kapasitas masyarakat dengan pelatihan dan sosialisasi tentang manfaat transformasi digital untuk mendukung ekonomi lokal.
“Dengan visi strategis ini, Kami Pemprov Jawa Barat optimis bahwa transformasi digital akan menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan masyarakat, menjadikan Jatinangor sebagai pusat pendidikan berbasis digital yang terdepan,” tandasnya. (tha)







