KONI Klaim Lebih Siap Dibanding Daerah Lain

oleh
BERSAING : Atlet balap sepeda downhill Sumedang berlatih sebagai persiapan menghadapi Porprov 2026. Meski anggaran terbatas, namun KONI Sumedang berani bersaing dengan daerah yang miliki anggaran lebih besar.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Meski anggaran persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 mengalami penurunan signifikan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumedang optimistis mampu meningkatkan prestasi.

Bahkan, KONI menilai kepastian anggaran yang sudah diterima Sumedang menjadi keunggulan dibanding sejumlah daerah lain yang hingga kini masih berkutat dengan persoalan pendanaan.

Ketua KONI Sumedang, Budi Arrianto, mengatakan anggaran hibah yang diterima KONI Sumedang tahun ini sebesar Rp6 miliar atau hanya sekitar setengah dari anggaran tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp12 miliar.

Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak mengurangi semangat pembinaan atlet dan persiapan menghadapi Porprov.

“Kalau tahun lalu anggarannya sekitar Rp12 miliar, tahun ini hanya Rp6 miliar. Tapi saya sebagai Ketua KONI menyatakan bahwa dengan anggaran Rp6 miliar itu cukup. Tidak akan ada penambahan lagi dan kami ingin membuktikan bahwa dengan anggaran tersebut prestasi bisa naik, medali bisa bertambah,” ujar Budi, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, sebagian besar anggaran justru diarahkan langsung kepada cabang olahraga (cabor) dan atlet. Dari total anggaran yang tersedia, sekitar 85,5 persen dialokasikan untuk kebutuhan pembinaan cabor, latihan, dan atlet, sedangkan porsi untuk operasional KONI hanya sekitar 14,5 persen.

Menurut Budi, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada atlet sesuai arahan pemerintah daerah.

“Sebetulnya pemerintah mengamanatkan komposisi 70 persen untuk cabor dan 30 persen untuk KONI. Tapi kami sepakat memberikan keberpihakan lebih besar kepada cabor, sehingga 85,5 persen anggaran diarahkan untuk pembinaan atlet dan cabang olahraga,” katanya.

Bahkan lanjut Budi, sebagian anggaran latihan atlet dan pelatih masih tercatat dalam pos operasional KONI. Jika dihitung secara keseluruhan, dana yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan internal organisasi tidak mencapai 10 persen dari total anggaran.

Di tengah keterbatasan anggaran, Budi menilai Sumedang justru berada dalam posisi lebih baik dibanding sejumlah daerah lain di Jawa Barat yang hingga saat ini masih menunggu kepastian besaran anggaran persiapan Porprov.

Menurutnya, berdasarkan komunikasi antar ketua KONI kabupaten/kota se-Jawa Barat, banyak daerah yang masih berkutat pada pembahasan anggaran.

“Kalau Sumedang Alhamdulillah sudah aman sampai Porprov. Daerah lain masih banyak yang belum jelas mendapatkan anggaran berapa untuk persiapan. Jadi dari sisi kepastian, Sumedang sudah lebih siap,” ujarnya.

Budi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan DPRD yang telah memberikan kepastian anggaran sejak awal sehingga program pembinaan dapat berjalan sesuai rencana. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.