Polres Sumedang Gelar Lomba Basmi Hama Tikus Kapolres Cup, Bantu Petani Selamatkan Produksi Padi

oleh
Salah seorang petani dari Gapoktan sekitar Dusun Cihanyir saat memamerkan hasil tangkapan hama tikus disela lomba pembasmian hama tikus di lahan persawahan Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Sumedang Utara, Sabtu 20 Juni 2026.

BERITA SINGKAT

  • Polres Sumedang menggelar lomba pembasmian hama tikus dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.
  • Kegiatan berlangsung serentak di 26 kecamatan selama empat hari dan memperebutkan Kapolres Cup.
  • Hama tikus menyebabkan penurunan produksi padi hingga 50 persen di sejumlah wilayah.
  • Sekitar 200 personel Polri dan ratusan anggota kelompok tani dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
  • Pemenang lomba ditentukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap.

SUMEDANG – Serangan hama tikus yang mengganggu produktivitas pertanian padi di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang mendapat perhatian khusus dari Polres Sumedang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Sumedang menggelar lomba pembasmian hama tikus bertajuk Kapolres Cup.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang dan berlangsung selama empat hari. Lomba ini bertujuan membantu petani mengurangi populasi hama tikus yang selama ini menjadi salah satu penyebab menurunnya hasil panen padi.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah desa, pihaknya menemukan banyak lahan pertanian yang terdampak cukup parah akibat serangan hama tikus.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap para petani yang selama ini terdampak serangan hama tikus yang mengganggu hasil panen. Karena ketika kemarin kami keliling ke berbagai desa, ternyata ada beberapa wilayah yang hampir 50 persen lahan pertaniannya terserang hama tikus,” kata Sandityo usai mengikuti proses pembasmian tikus dengan metode pengemposan menggunakan belerang di Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Sandityo, dampak serangan hama tikus sangat dirasakan para petani. Bahkan terdapat petani yang biasanya mampu menghasilkan panen hingga tiga ton, namun akibat serangan tikus hasil panennya turun drastis menjadi sekitar satu ton.

“Bahkan ada petani yang biasanya bisa panen tiga ton, akibat serangan hama hanya mendapatkan sekitar satu ton,” ujarnya.

Selain membantu menyelamatkan hasil panen yang sedang berjalan, kegiatan pembasmian hama tikus ini juga diharapkan dapat mendukung kesiapan petani menghadapi musim tanam berikutnya.

“Kegiatan ini selain membantu petani membasmi hama tikus, juga agar saat persiapan penanaman tahap kedua nanti petani tidak lagi terlalu terganggu oleh serangan hama,” katanya.

Sandityo menjelaskan, pembasmian hama dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hasil sementara menunjukkan respons yang sangat positif dari warga dan kelompok tani yang ikut berpartisipasi.

Untuk menentukan pemenang dalam lomba Kapolres Cup, panitia akan melakukan penilaian berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap oleh masing-masing peserta atau kelompok.

“Semakin banyak tikus yang berhasil ditangkap, maka semakin besar peluang menjadi pemenang,” terang Sandityo.

Kapolres menyebutkan beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam kegiatan ini di antaranya Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja. Ketiga wilayah tersebut memiliki area persawahan yang luas dan menjadi sentra produksi padi masyarakat.

Lomba pembasmian hama tikus melibatkan sekitar 200 personel Polres Sumedang serta ratusan anggota kelompok tani dari berbagai kecamatan. Setiap kelompok tani mengerahkan anggotanya untuk ikut serta dalam gerakan pengendalian hama tersebut.

Menurut Sandityo, kolaborasi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas padi yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Harapannya seluruh elemen ikut bergerak serentak membasmi hama tikus di 26 kecamatan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Sumedang berharap populasi hama tikus dapat ditekan sehingga petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal dan terhindar dari kerugian akibat serangan hama yang selama ini menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian.

Penulis: Jim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.