Longsor di Tebing Sardaen Tutup Jalan Penghubung Sukasari-Genteng

oleh

RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Longsor melanda Tebing Sardaen, Dusun Puncak RT 02 RW 01, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (27/01) sore.
Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB, yang menyebabkan material tanah bercampur air deras menutup jalan penghubung antara Kecamatan Sukasari dan Desa Genteng.

Ketua Gabungan Relawan Sukasari (Gares), Dadang Supriadi, mengungkapkan bahwa longsor pertama terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di tebing setinggi 10 meter, langsung menutup jalan. Tak lama setelahnya, longsor susulan sepanjang 20 meter terjadi di bahu jalan, merusak area sawah milik warga.

“Longsor pertama menutup jalan sepenuhnya. Evakuasi manual oleh warga, TNI, Polri, dan relawan terpaksa dihentikan sementara karena gelap. Esok hari akan dilanjutkan,” kata Dadang.

Material longsor sempat menghentikan total arus lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, upaya pembersihan darurat pada pukul 17.40 WIB berhasil membuka akses jalan dengan hati-hati pada pukul 19.00 WIB. Garis polisi dipasang di area rawan untuk mengantisipasi longsor susulan.

Sementara itu, Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf. Agus Hermawan, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh tersumbatnya saluran air di Dusun Puncak akibat tumpukan daun bambu.

“Air meluap dari saluran tersumbat, menggerus Tebing Sardaen, hingga material longsor menutup jalan,” ujarnya.

Babinsa Genteng, Serma Engkun, mengambil langkah cepat dengan menutup sementara akses jalan untuk menghindari risiko kerugian lebih besar. Bersama tim gabungan dari Koramil 1004/Tanjungsari, Polsek Sukasari, BPBD, dan warga setempat, mereka menggunakan peralatan seadanya untuk menyingkirkan material longsor.

Longsor ini juga merusak sawah milik warga setempat. Hingga kini, luas area terdampak dan jumlah kerugian masih dalam pendataan.

Kapten Agus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil.

“Hujan deras dan angin kencang di wilayah Sukasari menjadi perhatian serius, terutama untuk mencegah kerusakan infrastruktur dan menjaga keselamatan warga,” tutupnya.

Sementara itu, akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan kecil dengan hati-hati. Pihak berwenang akan melanjutkan pemantauan dan penanganan di lokasi longsor untuk mencegah dampak yang lebih besar. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.