RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI — Penampilan jalur delman di Pasar Tanjungsari kini terlihat lebih rapi dan elegan setelah atap jongko yang semula terbuat dari bahan seadanya diganti menggunakan spandek.
Pergantian ini membuat kawasan pasar yang sebelumnya tampak kumuh kini berubah menjadi lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.
Kepala UPTD Pasar Tanjungsari, M. Nasir, mengungkapkan bahwa penataan atap jongko tersebut bersumber dari dana swadaya para pedagang.
“Ini adalah hasil gotong royong para pedagang. Kami ingin menciptakan suasana pasar yang bersih, nyaman, dan tentunya lebih menarik,” ujarnya.
Tercatat ada ratusan jongko mulai dari pedagang daging ayam, daging sapi, sayuran, hingga kelontongan. Perubahan ini disambut positif oleh para pedagang maupun pengunjung pasar.
“Kami juga menjadi salah satu penerima manfaat bantuan untuk penataan terminal angkot. Penataan tersebut mencakup pemasangan atap langit-langit di area terminal yang kini sudah rampung dikerjakan,” ujarnya.
Namun demikian, muncul persoalan baru di lokasi terminal. Area yang seharusnya diperuntukkan bagi angkot trayek 05 (Tanjungsari–Cicalengka), trayek 08 (Tanjungsari–Rancakalong), dan jurusan Tanjungsari–Genteng justru dipenuhi oleh lapak-lapak pedagang.
“Kami menyadari hal ini menjadi masalah yang harus segera ditangani. Rencananya lapak-lapak tersebut akan dipindahkan. Kami masih mencari lokasi yang tepat, dan nanti akan dicarikan solusi bersama para pelaku usaha di Pasar Tanjungsari,” tambah M. Nasir.
Ia berharap dengan penataan ini, diharapkan Pasar Tanjungsari bisa terus berkembang menjadi pasar yang modern namun tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan kearifan lokal. (tha)







