RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Sosok karismatik di balik tim kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, kembali menjadi sorotan. Bukan di lapangan hijau, melainkan dalam panggung budaya.
Ayahanda dari Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan ini, menerima penghargaan dari Karaton Sumedang Larang atas perhatian dan kepeduliannya dalam pelestarian budaya Sunda yakni Festival Budaya Kirab Panji dan Mahkota Kemaharajaan Sunda 2025. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Sumedang ke-447, yang dipusatkan di Alun-alun Sumedang.
Penghargaan diberikan langsung oleh Mahapatih Karaton Sumedang Larang, Rd. Lily Djamhur Soemawilaga
“Saya merasa gembira karena di Sumedang ini masih dimumule keraton, kerajaan-kerajaan dulu yang sangat bersejarah. Ini penting, karena dari sejarah inilah kita bisa merdeka,” ujar H. Umuh usai menerima penghargaan. Kamis (01/05).
Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi wujud penghargaan terhadap akar sejarah bangsa.
“Dahulu, pemimpin daerah berasal dari kerajaan. Sekarang memang sudah Republik, tapi akar sejarah itu jangan dilupakan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, H. Umuh juga mengungkapkan ikatan emosionalnya dengan tanah Sumedang. Kakeknya berasal dari Jatigede, menjadikan dirinya merasa bagian dari bumi Tahu ini.
“Saya tetap punya hati dan darah untuk Sumedang. Kirab budaya tiap tahun ini sangat bagus. Saya bangga, kemarin masyarakat menyambut antusias. Sayangnya, saya kurang sehat jadi tidak bisa ikut kirab dari awal, tapi saya menunggu di alun-alun dan ikut merasakan kegembiraan,” katanya.
Ia berharap festival budaya seperti ini terus berkembang dan mendapatkan dukungan lebih dari pemerintah, khususnya dalam pengelolaan aset budaya seperti Gedung Negara di kompleks Karaton Sumedang Larang.
“Kalau pemerintah memakai fasilitas itu, sebaiknya ada bentuk penghargaan dan perhatian juga,” tegas pria yang akrab disapa Abah Umuh ini.
Sementara itu, Mahapatih Rd. Lily Djamhur Soemawilaga menyampaikan rasa hormatnya kepada H. Umuh.
“Beliau bukan hanya tokoh Sumedang, tetapi juga penjaga nilai-nilai budaya. Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan cintanya kepada Karaton dan budaya Sumedang. Semoga menjadi inspirasi bagi tokoh lainnya untuk ikut melestarikan sejarah dan jati diri bangsa ini,” tuturnya.
Silaturahmi ini menjadi simbol eratnya sinergi antara dunia olahraga, tokoh masyarakat, dan adat budaya. Kehadiran tokoh nasional seperti H. Umuh Muchtar mempertegas bahwa pelestarian budaya adalah tugas bersama lintas generasi dan profesi. (tha)







