“Saya ingin sampaikan bahwa nama dari program tersebut adalah Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Ada kata kekhususan di dalamnya karena diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang mempunyai kriteria khusus seperti yang sudah dijelaskan Gubernur Jabar dan pernah saya infokan sebelumnya,” terang Wahyu.
Kekhususan yang dimaksud adalah para pelajar yang dinilai nakal, terlibat dalam berbagai pelanggaran seperti masuk geng motor, terlibat tawuran, dan pelanggaran lainnya. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ingin memperbaiki sikap para pelajar tersebut, sehingga tidak lagi terlibat hal-hal negatif.
“Perlu ditegaskan bahwa program ini adalah kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dengan TNI AD . Tujuan dari Pendidikan Karakter ini adalah untuk membina generasi bangsa yang terdiri dari siswa-siswi SLTP dan SLTA atau sederajat yang memiliki permasalahan kepribadian maupun perilaku menyimpang dan bukan yang berurusan dengan suatu tindak pidana,” beber Wahyu.
“Waktu pelaksanaan pendidikan karakter ini akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan target yang ingin dicapai sesuai klasifikasinya,” imbuhnya.(jpc)







