KH. Sa’dulloh: Hubungan Baik dengan Orang Tua dan Guru Penentu Kesuksesan

oleh
Pimpinan PP Al Hikamussalafiyah Sukamantri KH Sa'dulloh

ADARSUMEDANG.id, TANJUNGKERTA–Menjaga hubungan baik dengan orang tua dan guru merupakan fondasi utama dalam meraih kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Hal itu disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, KH. Sa’dulloh, SQ, dalam sambutannya pada acara Haflah Musyahadah Kelas XII MA Plus Al-Hikam dan SMK Al-Hikam di kompleks pesantren, Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Sabtu (3/5/2025).

Di hadapan ratusan hadirin yang terdiri dari santri, wali murid, dan tamu undangan, KH. Sa’dulloh menegaskan bahwa keberhasilan seseorang sangat bergantung pada dua hal penting: bakti kepada orang tua dan hormat kepada guru.

“Kesuksesan seorang manusia sangat ditentukan oleh dua hal: menjaga hubungan baik dengan orang tua dan menjaga hubungan baik dengan guru,” ujarnya tegas.

KH. Sa’dulloh menjelaskan, peran orang tua tak tergantikan dalam kehidupan seorang anak. Mereka adalah sosok yang selalu berjuang dan berkorban, bahkan tanpa diminta sekalipun.

“Kalau kita taat kepada Allah SWT, yang tidak diminta pun akan diberikan. Demikian pula dengan orang tua, jika kita taat, jangankan yang diminta, yang tidak diminta pun mereka berikan,” tutur beliau penuh haru.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dengan guru, baik ketika guru masih hidup maupun setelah wafat.

“Kalau gurunya masih hidup, sering-seringlah menemui. Jika sudah wafat, maka rajin-rajinlah berziarah dan doakan beliau,” pesannya.

Menurutnya, anak yang menjaga hubungan dengan orang tua dan guru akan selalu berada dalam lindungan dan ridha Allah SWT.

“Itulah kunci utama kesuksesan dunia dan akhirat,” tegasnya.

Acara Haflah Musyahadah berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi simbol kelulusan sekaligus penutup perjalanan pendidikan para santri kelas XII di MA Plus Al-Hikam dan SMK Al-Hikam.

Sejumlah penampilan ditampilkan para santri, mulai dari lantunan qira’ah hingga pertunjukan seni dan budaya pesantren. Kehangatan spiritual dan kebanggaan terasa menyatu dalam momen berharga ini. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.