Mantan Kepala BIN Hendropriyono Ungkap Sosok Sebenarnya Hercules, Sebut Rela Kehilangan Kaki demi NKRI

oleh

RADARSUMEDANG.id, JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, mengungkapkan kisah perjuangan Hercules Rosario Marshal dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hercules, yang dikenal sebagai tokoh kontroversial, ternyata memiliki sejarah panjang dalam membantu TNI saat konflik di Timor Timur.

Hendropriyono menyatakan bahwa Hercules pernah menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) bagi pasukan Kopassus dalam menghadapi pasukan Fretilin di Timor Timur. Dalam tugasnya, Hercules mengalami luka parah hingga harus kehilangan salah satu kakinya. Meski demikian, ia tetap setia kepada Indonesia dan tidak pernah berpaling dari NKRI.

“Dalam kebersamaannya dengan kita di medan pertempuran, sampai kakinya buntung,” ujar Hendropriyono, mengutip pernyataannya dalam wawancara yang dilansir dari Kilat.com pada 3 Mei 2025.

Hercules, yang kehilangan tangan kanan dan mata kanan akibat konflik bersenjata, kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Setelah pemulihan, ia mengikuti pelatihan keterampilan di Yayasan Tiara dan mulai membangun kehidupan baru di Jakarta. Namun, keterbatasan fisik dan stigma sosial membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga ia terpaksa terlibat dalam dunia premanisme. 

“Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman,” jelas Hendropriyono.

Meski demikian, Hendropriyono menekankan bahwa Hercules memiliki potensi untuk berubah dan memperbaiki diri. Ia menilai bahwa kondisi sosial masyarakat turut membentuk karakter Hercules, dan perubahan tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa dukungan dari lingkungan sekitar.

“Namun yang bisa memperbaiki kan dirinya sendiri. Dia jadi kayak begini kan akibat dari kondisi dari sosial masyarakat juga yang membentuk dia jadi seperti ini,” tambahnya.

Hercules kemudian mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) dan aktif mendukung Prabowo Subianto dalam berbagai kontestasi politik. Kesetiaannya terhadap Prabowo dan NKRI tetap teguh, meski menghadapi berbagai tantangan dan stigma negatif dari masyarakat.(jpc)

No More Posts Available.

No more pages to load.