RADARSUMEDANG.id, KOTA – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan bagi siswa SMP dan MTs yang mengalami permasalahan sosial di Kabupaten Sumedang telah dirancang secara khusus.
Menurut Dony, langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menangani persoalan sosial yang dihadapi para remaja.
“Kami ingin mengikuti inisiatif Gubernur yang aplikatif dan solutif. Tidak bisa hanya diam saat ada persoalan. Negara harus hadir, dan inilah bentuk kehadirannya,” tegas Dony saat memberikan keterangan di Makodim 0610/Sumedang, Jumat (9/5/2025).
Ia menjelaskan, dalam program ini peserta tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dibekali dengan keterampilan pertanian, wawasan keagamaan, serta pemahaman nilai-nilai kebangsaan. Harapannya, mereka menjadi pribadi Pancawaluya: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Program ini digagas sebagai respons atas banyaknya permintaan masyarakat, terutama dari para orang tua yang sudah kewalahan membina anak-anak mereka.
“Banyak orang tua menghubungi kami lewat WA. Mereka menitipkan anak-anak karena merasa sudah tidak mampu mengarahkan lagi. Padahal anak-anak kita tidak bisa terus berada dalam kondisi seperti ini. Mereka punya masa depan dan kita semua bertanggung jawab menghantarkan mereka ke sana,” ujarnya.
Dony berharap program ini bisa menjadi model yang terus dievaluasi dan dikembangkan, bahkan dijadikan agenda rutin setiap tiga bulan untuk “mengecas” kembali semangat, disiplin, dan karakter para peserta.
“Anak-anak kita dibina dari sisi karakter, wawasan kebangsaan, keagamaan, keterampilan, dan kepemimpinan. Di Sumedang, pendekatannya komprehensif. Selain kesehatan fisik dan mental, mereka juga dilatih bercocok tanam, misalnya dengan budidaya pertanian di lahan terbatas menggunakan ember,” katanya.
Tujuan akhirnya adalah membentuk generasi “Maung Sumedang”, yaitu manusia unggul yang sehat jasmani dan rohani, religius, terampil, dan cinta tanah air.
Sebagai informasi, para peserta sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan (MCU) yang menunjukkan mayoritas mengalami ketidakstabilan emosi. Hasil diagnosa dan rekomendasi penanganan dicatat dalam sistem pemantauan digital berbasis dashboard yang disiapkan oleh Pemkab Sumedang.
Program pembinaan akan berlangsung selama satu bulan penuh dengan materi yang mencakup pelatihan mental, disiplin, spiritual, kebugaran, keterampilan hidup, serta pembinaan keagamaan dan kebangsaan.
Tak hanya peserta, para orang tua pun akan mendapat pelatihan parenting agar bisa mendampingi anak-anak mereka dengan lebih efektif di lingkungan keluarga. (jim)






