Maulid Nabi dan Haul KH Muhammad Subki Ma’mun, Bupati Dony : Cinta Rasul Harus Jadi Kekuatan Membangun Sumedang

oleh
BERIKAN HADIAH: Bupati Sumedang yang juga Pembina Yayasan Islam Al Ma’mun H Dony Ahmad Munir memberikan door prize berupa kompor gas kepada salah seorang peserta yang beruntung berhasil menjawab pertanyaan seputar haul dan maulid nabi, Sabtu (19/9/2026). (Erik A Kurnia/Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGKERTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Haul ke-2 KH Muhammad Subki Ma’mun di Yayasan Islam Al Ma’mun, Gunung Datar, Desa Gunturmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, berlangsung khidmat, Sabtu (19/9/2026).

Ratusan jamaah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Islam Al Ma’mun. Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir yang juga Pembina Yayasan Islam Al Ma’mun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut diharapkan menjadi amal kebaikan. Begitu pula lantunan selawat yang dibacakan dalam rangkaian Maulid Nabi diharapkan menjadi jalan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut, Dony kembali menegaskan peran Yayasan Islam Al Ma’mun sebagai salah satu pionir dalam menghadirkan lembaga pendidikan di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang, termasuk daerah-daerah yang berada jauh dari pusat perkotaan.

“Sejak awal berdiri niatnya semata-mata untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Mendekatkan pendidikan kepada masyarakat sehingga masyarakat semakin mudah, murah dan cepat mendapatkan pelayanan pendidikan,” ujar Dony mengawali sambutannya.

Ia menilai, upaya tersebut sejalan dengan prinsip bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

KIRI KE KANAN: Ketua Yayasan Islam Al Ma’mun H Ilmawan Muhamad, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ma’mun Gunung Datar KH Hasan Manshur, dan Ketua PD IPARI Sumedang K. Ade Aam Khoeruman.(Erik A Kurnia/Radar Sumedang)

Haul Jadi Momentum Menghidupkan Perjuangan

Sementara itu, pelaksanaan Haul ke-2 KH Muhammad Subki Ma’mun menjadi momentum bagi keluarga besar Yayasan Islam Al Ma’mun untuk kembali mengenang sekaligus melanjutkan nilai-nilai perjuangan pendirinya.

KH Muhammad Subki Ma’mun diketahui merupakan ayahanda Bupati Sumedang sekaligus sosok yang meletakkan dasar perjuangan pendidikan melalui Yayasan Islam Al Ma’mun.

Dony mengatakan, haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, pengabdian dan nilai-nilai yang telah diwariskan.

“Melalui haul kita berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangannya sehingga jejak langkah perjuangannya akan terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” katanya.

Menurut Dony, wafatnya seorang ulama tidak berarti berakhirnya perjuangan dan pengaruh yang ditinggalkan. Ilmu, akhlak dan amal jariyah yang diwariskan akan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jasadnya memang sudah menghadap ke hadirat Allah SWT, tetapi ilmu yang diajarkannya, akhlak yang diwariskannya, amal jariyah yang ditanamnya akan terus ada dan terus mengalir menjadi penuntun cahaya bagi umat,” tuturnya.

Pembacaan barjanji

Cinta Rasul Harus Dibuktikan dengan Akhlak

Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Dony juga mengajak seluruh jamaah untuk tidak berhenti pada kecintaan kepada Rasulullah dalam bentuk ucapan.

Kecintaan tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Dony berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi energi positif untuk membangun Kabupaten Sumedang.

“Cinta Rasulullah harus kita buktikan dengan melaksanakan akhlak-akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan Sumedang tidak hanya membutuhkan kekuatan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga harus ditopang iman, ilmu, akhlak, persaudaraan serta semangat gotong royong.

“Jadi momentum Maulid Nabi ini harus kita jadikan kecintaan kita kepada Rasul menjadi kekuatan energi untuk membangun Sumedang,” katanya.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah idealnya diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk melakukan perubahan melalui penguatan akhlak dan kepedulian sosial.

“Kecintaan kita kepada Rasulullah kita jadikan kekuatan untuk membangun Sumedang. Jadi cinta itu bukan hanya dalam ucapan, tetapi dalam perbuatan, dalam akhlak,” tegas Dony.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-2 KH Mochammad Subki Ma’mun digelar di Kompleks Yayasan Islam Al-Ma’mun, Dusun Gunungdatar, Desa Gunturmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Nilai-Nilai Mahabbah dalam Menggapai Syafa’ah.”

Acara diisi tausiah oleh K. Ade Aam Khoeruman yang juga menjabat Ketua PD IPARI Sumedang. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang jasa dan keteladanan KH Mochammad Subki Ma’mun.

Selain dihadiri ratusan peserta juga hadir sejumlah tokoh penting seperti Pimpinan Pondok Pesantren Al Ma’mun Gunung Datar KH Hasan Manshur, Ketua Yayasan Islam Al Ma’mun H Ilmawan Muhamad, S.Ag., M.M. dan juga unsur Forkopim. (rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.