RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I tingkat SMA/SMK di Jawa Barat sempat diwarnai gangguan server pada hari pertama dan kedua. Masalah ini turut dirasakan di beberapa sekolah di Kabupaten Sumedang, termasuk SMK Negeri Situraja.
Pendaftar mengeluhkan proses daring yang lambat bahkan sempat tak bisa diakses.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan gangguan tersebut bersifat teknis dan telah tertangani. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Alhamdulillah, sistem sudah kami recovery dan kini bisa dimanfaatkan kembali secara efektif,” ujarnya melalui pesan singkat yang diterima Radar Sumedang.
Gangguan terpantau terjadi sejak sistem dibuka pada Senin (10/6) pukul 08.00 WIB. Banyak calon siswa dan orang tua harus menunggu berjam-jam untuk bisa mengakses laman resmi spmb.jabarprov.go.id.
“Prosesnya sebenarnya lancar, cuma mungkin karena serentak se-Jawa Barat, jadi saat penginputan ada sedikit kendala,” ujar Neni, orangtua pendaftar di SMK Negeri Situraja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan bahwa gangguan hanya terjadi secara lokal dan tidak berdampak sistemik.
“Sistem dan server dalam kondisi stabil. Sejak sore hari kedua, sistem kembali bisa diakses normal,” kata Adi, Kamis (12/6).
Meski sempat terganggu, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Data Pemprov Jabar mencatat hingga Kamis siang pukul 12.00 WIB, sebanyak 217.859 calon siswa telah mendaftar. Pendaftaran bisa dilakukan melalui laman resmi maupun aplikasi Sapa Warga.
Menurut Adi, layanan melalui Sapa Warga juga berjalan lancar. Pada hari pertama tercatat 1.080 pendaftar, dan meningkat menjadi 1.603 pendaftar pada hari kedua.
“Ini menunjukkan sistem berjalan dengan baik dan masyarakat cukup responsif,” katanya.
Pemprov Jabar mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terburu-buru.
“Waktu pendaftaran masih terbuka hingga 16 Juni. Silakan dimanfaatkan dengan baik,” tambah Herman.
Pemantauan sistem dilakukan secara real-time oleh tim teknis Pemprov Jabar. Evaluasi terus dilakukan agar proses berjalan transparan, lancar, dan adil.
“Kami berkomitmen memperbaiki pelayanan digital publik. Ini jadi pembelajaran penting untuk ke depan,” tutup Adi. (tha)





