RADAR SUMEDANG.ID, KOTA — Sejumlah Kepala Desa yang tergabung dalam APDESI Sumedang mendatangi Mapolres Sumedang, baru-baru ini.
Kedatangan para kades ini selain ingin bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Kapolres Sumedang beserta jajaran Kasat Reskrim, Kasat Intel dan Kasat Binmas Polres Sumedang ini, juga ingin menyampaikan persoalan yang diharapkan bisa ditangani oleh pihak kepolisian.
Ketua DPC APDESI Sumedang, Welly Sanjaya mengatakan, pada kesempatan ini pihaknya mendukung penuh terhadap langkah kepolisian dalam memberantas aksi premanisme di wilayah desa.
“Tentunya kami dari rekan-rekan kepala desa mendukung penuh tugas kepolisian dalam memberantas aksi premanisme di Kabupaten Sumedang.Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Polri, khususnya Polres Sumedang atas semua pelayanan yang telah diberikan,” kata Welly saat dikonfirmasi sejumlah awak media di PPS seraya mengucapkan Hari Bhayangkara ke-
Adapun kata Welly, selain menyampaikan dukungan penuh terhadap kinerja kepolisian khususnya di wilayah hukum Polres Sumedang. Pihaknya juga menyampaikan persoalan mengenai pemerintahan desa yang kerap menjadi sasaran premanisme.
“Saya banyak menerima keluhan dari para Kepala Desa (Kades) yang kerap didatangi oleh orang atau oknum yang mengaku-mengaku wartawan, ataupun mengaku dari salah satu organisasi dan ujung-ujungnya meminta uang dengan dalih tertentu. Salah satunya yang terjadi di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua,” ungkap Welly.
Pasalnya dikatakan Welly, di Desa Ciuyah, belum lama ini pemdes Ciuyah sempat didatangi 6 orang yang mengaku-mengaku sebagai wartawan.
Yang mana pada awalnya ke-enam tersebut mendapat telepon dengan maksud menyampaikan bahwa ada dugaan Bumdes Ciuyah pengelolaannya tidak berjalan sehingga hendak diberitakan.
Dari situ juga dikatakan, jika berita yang dimaksud ingin di-take down. Maka yang bersangkutan harus memberikan sejumlah uang dengan total keseluruhan Rp 8.400.000 kepada enam orang yang mengaku-mengaku wartawan tersebut.
“Kasus ini, kemarin telah dilaporkan langsung kepada pihak kepolisian Polres Sumedang. Dan kami dari DPC APDESI Sumedang menegaskan akan mengawal dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Desa Ciuyah atas pelaporan tersebut,” tegas Welly.
Lebih lanjut dikatakan Welly, langkah ini diambil untuk memberikan efek jera, dan supaya pemerintahan Desa tidak lagi menjadi korban atau sasaran premanisme yang mengatasnamakan salah satu profesi ataupun lembaga lainnya.
“Laporannya sudah diterima langsung kemarin. Dan kami juga akan memberikan dukungan penuh terhadap pemerintah desa Ciuyah dari segala bentuk teror yang datang atas laporan tersebut,” ucap Welly yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Serang, Kecamatan Cisarua ini.
“Sekali lagi, kami juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian dari Polres Sumedang yang telah menerima laporan tersebut. Dan berharap peristiwa ini, dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya lagi.
Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono menyampaikan, pentingnya peran kepala desa sebagai mitra strategis Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kami percaya bahwa kekuatan utama dalam menjaga kamtibmas ada pada kolaborasi antara Polri dan pemerintah desa. Kepala desa adalah garda terdepan di masyarakat, dan sinergi ini sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” tutur Joko.
“Kami dari jajaran Polres Sumedang akan terus membuka ruang komunikasi dan bekerja sama secara aktif dalam mendukung setiap program pembangunan di desa yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (jim)







