Asep Kurnia Dorong Pengembangan Wisata Bendungan Cimanggung

oleh
DIALOG; Anggota DPRD Sumedang Asep Kurnia saat berdialog dengan warga di sela-sela kunjungannya ke Bendungan Cimanggung baru-baru ini.

RADARSUMEDANG.id, CIMANGGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Golkar, Asep Kurnia, kembali menyambangi objek wisata Bendungan Cimanggung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, akhir pekan kemarin. Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya, sebagai bentuk komitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata lokal.

Asep Kurnia yang akrab disapa Akur menyambut positif sejumlah perkembangan di lokasi wisata tersebut. Ia menilai, semangat gotong royong mulai terlihat dari inisiatif warga dalam menata kawasan secara mandiri.

“Sekarang sudah mulai ada penataan. Para pedagang mulai menata tempat jualan dengan kesadaran sendiri. Ini penting, karena semangat gotong royong harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” ujar Akur.
Politisi Partai Golkar itu juga mencatat adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di kawasan tersebut.

Menurutnya, jumlah pedagang yang semula hanya 45 orang, kini meningkat menjadi 60 orang.
“Artinya, sudah mulai ada geliat ekonomi. Ini indikasi yang sangat baik,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Akur telah mengajak para pengelola wisata untuk melakukan studi banding ke Lembur Pakuan Subang.

Ia menilai, pola pengelolaan di sana bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan wisata berbasis komunitas di Bendungan Cimanggung.

Tak hanya itu, Akur juga mengungkapkan sejumlah kisah sukses warga yang mulai merasakan dampak positif dari aktivitas wisata.

“Bu Neneh dari RW 03, yang dulu jualan kredit pakaian keliling hingga ke Cianjur, sekarang berjualan lotek dengan omzet harian mencapai Rp1,7 juta. Ada juga Bu Olis, yang menjual kopi seduh setiap akhir pekan untuk menambah penghasilan,” paparnya.

Ia menegaskan, pariwisata harus mampu menciptakan lapangan kerja langsung bagi warga sekitar.

“Mulai dari jasa penyewaan tikar, toilet umum, hingga layanan pijat terapi. Semua itu membuka peluang ekonomi baru,” jelas Ketua Komisi I DPRD Sumedang tersebut.

Akur pun mendorong pemerintah untuk ikut serta memfasilitasi berbagai kebutuhan dasar pengelola wisata, seperti penyediaan seragam, pembenahan struktur organisasi, serta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, mengingat lokasi bendungan berada dalam wilayah kewenangan mereka.

Selain sektor ekonomi dan infrastruktur, Akur juga mendorong adanya sentuhan budaya di kawasan wisata.

“Saya usulkan setiap hari Minggu ada pertunjukan seni dari warga. Selain menarik pengunjung, ini juga bisa memberdayakan pelaku seni lokal,” pungkasnya.(tha)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.