RADARSUMEDANG.id, WADO – Tumpukan sampah yang mengotori pesisir Waduk Jatigede ternyata menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga. Di Blok Tugu Wado, Desa Wado, Kecamatan Wado, belasan warga setiap hari memanfaatkan limbah tersebut untuk mencari nafkah dengan memunguti sampah-sampah bernilai jual.
Supriadi (56), warga setempat, mengungkapkan bahwa aktivitas memungut sampah telah berlangsung sejak lama dan menjadi rutinitas harian bagi sejumlah warga. “Setiap hari dari pagi sampai sore, paling tidak ada sepuluh sampai belasan orang yang mencari sampah. Yang diambil itu macam-macam, seperti botol plastik, sandal bekas, dan barang-barang lain yang bisa dijual,” ujarnya, Rabu (2/7).
Menurut Supriadi, dalam sehari dirinya bisa mengumpulkan puluhan kilogram sampah. Sampah tersebut kemudian dijual ke pengepul dengan harga yang bervariasi tergantung jenis dan jumlahnya.
“Saya sehari-hari serabutan. Jadi ngumpulin sampah lumayan buat kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Salah seorang pengepul mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga hari, biasanya ia membeli hingga satu ton sampah dari para pemungut. Untuk satu ton sampah plastik, ia membayar Rp 5 juta. Dengan demikian, jika terkumpul dari lima orang, masing-masing mendapatkan Rp 1 juta.
Setelah dikumpulkan, sampah-sampah tersebut dijual kembali ke pengepul dalam skala lebih besar untuk didaur ulang atau diolah lebih lanjut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun keberadaan sampah menjadi masalah lingkungan, namun bagi sebagian warga justru menjadi peluang ekonomi. Pemerintah daerah diharapkan turut hadir dengan solusi yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui program pengelolaan sampah terpadu. (gun)






