RADARSUMEDANG.ID – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sumedang bersama dengan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat melaksanakan pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) wilayah Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, belum lama ini. Acara tersebut bertempat di Desa Marongge, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan pembinaan diikuti oleh 50 peserta dari Desa Marongge dan Desa Tomo. Bertindak sebagai nara sumber dari Balai Manggala Agni, Hendra, dari Perum Perhutani KPH Sumedang, Susanto dan dari CDK wilayah IX, Tatang Suwardi.
Materi pembinaan meliputi pengenalan alat–alat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), teori pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta teori usaha produktif budidaya jamur. Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus dilaksanakan pembentukan kelompok MPA Buana Mukti, Kecamatan Tomo.
Sebagaimana disampaikan perwakilan dari Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Fahmi, bahwa tujuan pembinaan dan pembentukan MPA bersama Perum Perhutani KPH Sumedang dan CDK Wilayah IX dalam rangka mempersiapkan personil guna pencegahan dan pengendalian Karhutla di Kabupaten Sumedang, khususnya wilayah kecamatan Tomo yang termasuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan.
“Tujuan pembentukan dan pembinaan ini dalam rangka mempersiapkan personil sebagai upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Kabupaten Sumedang khususnya wilayah Kecamatan Tomo yang termasuk kategori rawan Karhutla,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Wakil Administratur Perhutani KPH Sumedang, Susanto bahwa pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas antusiasnya masyarakat sekitar hutan dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Dengan keterbatasan personil Perum Perhutani di lapangan sangat terbantu oleh peran serta masyarakat sekitar hutan khususnya MPA.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat dan MPA yang antusias mengikuti kegiatan, tanpa masyarakat sekitar hutan upaya penecegahan dan penanganan karhutla pesimis terlaksana, apalagi dalam hal terjadi karhutla masyarakat sekitar hutan selalu tampil di depan,” katanya.
Di sisi lain Ketua MPA Buana Mukti Kecamatan Tomo Pepen Supendi, menyampaikan pihaknya sangat berterima kasih atas terlaksananya pembentukan dan pembinaan MPA dalam mencegah terjadinya karhutla serta mengendalikan dalam hal terjadi karhutla. Pihaknya juga berharap kedepan mendapat bantuan APD penanganan karhutla dan bantuan permodalan usaha produktif salah satunya budidaya Jamur.
“Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan pembentukan dan pembinaan yang diselenggarakan kali ini, apa yang kami peroleh sangat bermanfaat bagi upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, kedepan kami berharap diberikan bantuan APD untuk pelaksanaan pengendalian karhutla dan bantuan permodalan usaha produktif,” ujarnya. (tri)





