Inisiator Desa Sukses Indonesia Kang Rinso Optimis Koperasi Jadi Solusi Kesejahteraan Rakyat 

oleh

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Inisiator Desa Sukses Indonesia H. Ridwan Solichin, S.IP., M.Si. menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditujukan untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, koperasi merupakan salah satu solusi nyata untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang semakin kompleks.

“Di tengah tantangan ekonomi global, koperasi harus hadir sebagai solusi rakyat untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Mari kita tingkatkan peran koperasi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Kang Rinso, sapaannya, Kamis 17 Juli 2025.

Sekretaris DPW PKS Jawa Barat ini mengakui, langkah ini selaras dengan arahan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, yang mengapresiasi penuh pembentukan 80 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

“Implementasi target untuk membentuk 80 ribu koperasi ini harus dikawal secara serius. Kesuksesannya adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kang Rinso menambahkan, koperasi sangat dibutuhkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kompleks, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga dampak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, di perkotaan masyarakat dihadapkan pada jeratan judi online, pinjaman online (pinjol), hingga praktik ekonomi yang tak sehat lainnya.

“Kita berharap ekonomi akar rumput dapat diselamatkan melalui kehadiran koperasi-koperasi ini. Jika dulu KUD hanya ada di tingkat kecamatan, kini koperasi harus hadir langsung di desa dan kelurahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa prinsip koperasi sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan tolong-menolong. Model koperasi juga menghindari praktik riba, maysir (spekulasi berlebihan), dan gharar (ketidakpastian), sehingga mampu mendorong keadilan sosial di setiap aktivitas ekonominya.

Saat ini, potensi koperasi di Indonesia sangat besar. Hingga 2024, tercatat ada 131.617 koperasi aktif dengan hampir 30 juta anggota dan volume usaha mencapai Rp214 triliun. Koperasi turut menyumbang hampir 1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kang Rinso juga mendorong adanya regulasi baru yang lebih mendukung kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi, termasuk aturan yang secara spesifik mengatur koperasi syariah agar memiliki kepastian hukum.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran lembaga penjamin simpanan khusus koperasi agar dana dan tabungan masyarakat lebih aman, serta dapat menjamin keberlangsungan koperasi di masa mendatang.(rik)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.