RADARSUMEDANG.id – Ken, salah satu dari empat tersangka yang diduga sebagai otak dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BRI, Mohamad Ilham Pradipta, mengaku di hadapan penyidik bahwa dirinya pernah membantu memalsukan rekening sebagai bagian dari persiapan aksinya. Dia juga menyatakan bahwa dirinya terakhir bertemu dengan Dwi Hartono di Hotel Fairmont Jakarta sekitar sebulan sebelum aksi itu dilakukan. “Ya, iya bener nama saya… Saya terakhir ketemu Dwi itu di Hotel Fairmont. Sebulan lalu,” ujar Ken di Jakarta, 27 Agustus 2025.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, total sudah ada 15 orang yang diamankan terkait kasus ini. Ken termasuk dalam kelompok “aktor intelektual” bersama Dwi Hartono. Sedangkan empat pelaku lainnya bertugas mengeksekusi penculikan.
Dwi Hartono, yang juga merupakan pengusaha bimbingan belajar (bimbel), sebelumnya sudah ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025. Menurut informasi, dia kini tengah menjalani proses hukum yang sama.
Selain pengakuannya soal pertemuan itu, Ken menyebutkan kepada penyidik bahwa pemalsuan rekening dilakukan atas perintah dari Dwi. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pembunuhan tersebut tidak hanya direncanakan secara matang tapi juga melibatkan manipulasi dokumen perbankan.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini berlangsung serius dan mendalam. Kini penyidik mendalami lebih lanjut peran setiap tersangka, termasuk dugaan adanya pihak lain yang terlibat serta motif di balik seluruh operasi kriminal ini.(Net)






