RADARSUMEDANG.id, Jakarta – Isu soal nampan atau food tray yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi dan diimpor dari China menjadi sorotan publik. Pemerintah pun angkat suara memastikan aspek kehalalan tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa jika memang terdapat temuan yang tidak sesuai dengan standar halal, pihaknya akan segera memperbaiki. “Kalau memang ada temuan itu, segera kita akan perbaiki,” ujarnya saat ditemui di MTSN 6 Jakarta Timur. Ia pun meminta masyarakat melaporkan ke pengelola program, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN).
Dari pihak BGN, Kepala Dadan Hindayana menyatakan bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh atas food tray tersebut. “Sedang check and recheck (diperiksa kembali),” ujar Dadan, sambil menegaskan bahwa sejauh ini BGN belum pernah melakukan pengadaan tampilan nampan untuk program MBG.
Istana pun merespons skeptis terhadap isu tersebut. Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan belum ditemukan adanya kandungan minyak babi dalam nampan MBG. Ia menyarankan, “Kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita uji saja,” dan menyebut telah mengoordinasikan pengujian dengan BPOM.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Ketua Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, mendesak agar pengelola MBG memastikan kehalalan seluruh aspek program. “Pengelola… harus bahu membahu bekerja sama, jangan sampai teledor. Informasi dugaan adanya pemanfaatan minyak babi dalam food tray perlu ditelusuri dan dimitigasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, menambahkan bahwa dugaan tersebut kini ditangani oleh BPJPH bekerja sama dengan BGN. Ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kepada pihak berwenang, dan menyerahkan aspek hukum syariah kepada MUI. “Masalah itu sedang diselesaikan dan dikoordinasikan oleh BPJPH dengan para pihak terkait, termasuk dengan BGN,” jelasnya. (Net)






